09 Juli 2010

refleksi minggu kedua Juli 2010


JANGAN MELEWATI

Lukas 10: 25-37


Apa perbedaan antara seorang Lewi kemudian juga imam
Dgn si orang Samaria yg murah hati di perikop kali ini?

Perbedaannya jelas: p e r b u a t a n..!

Ceritanya begini,:)
Pada satu hari, seorang ahli Taurat bertanya kepada Tuhan Yesus,
“Siapakah yg dimaksud dgn “sesama”
Yg harus kita kasihi seperti mengasihi diri sendiri..?!
Yesus menjawab dengan dengan bercerita:
Ada seorang laki-laki yg dipukuli
Dirampok
Dan ditinggalkan sekarat di tepi jalan.

Orang yang menolong si korban ini bukanlah imam
Juga buka orang Lewi
Melainkan seorang Samaria
Seorang dari bangsa yang tidak disukai orang Yahudi saat itu

Si imam ketika melihat, dari seberang jalan..
ia melewatinya
Demikian juga ketika seorang Lewi melihatnya,
melewati juga.

Mungkin mereka takut najis
Karena itulah menurut Hukum Taurat
Jika menyentuh jenazah atau darah orang yg terluka

Tapi berbeda dengan si orang Samaria
Langsung tergeraklah hatinya
Melihat si korban pengeroyokan perampokan tadi
Membalut luka2nya setelah sebelumnya menyirami dgn minyak dan anggur
Kemudian menaikkannya ke atas keledai tunggangannya sendiri
Membawanya ke penginapan dan merawat luka2nya
Dan keesokan harinya kepada pemilik penginapan, ia memberi dua dinar
Katanya, “Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini,
Aku akan menggantinya. Saat aku kembali..”

Sekali lagi, inti perikop kita adalah..
Perbuatan!

Dari ketiga orang tadi
Siapakah sesama kita?!?
Jawabannya adalah orang yang telah
Menunjukkan kasih

Ini “cambuk” koreksi buat saya
Tapi juga intropeksi diri kepada teman2
Dan semua kita untuk.. Jangan melewati saja
Melewati apa?
Melewati kesempatan pelayanan dan melayani
Yg tiap saat Tuhan beri kesempatan itu pada kita

Sekali lagi jangan melewati
Modal dan syaratnya apa ya???
Miliki hati yg mudah tergerak oleh belas kasihan.
Untuk langsung melakukan solusi tertentu
Bahkan cara dan jalan ke luar untuk menolong membantu

Jadi sesungguhnya
Siapa yg tdk mengasihi, dia bukan sesama
Dan
Siapa yang tidak tergerak hatinya, dia pun bukan sesama

Dan berbuatlah sesuatu!

Si orang Samaria tadi tidak hanya melewati belaka
Tepat dgn ungkapan untuknya
“Si Samaria yg baik hati, yang murah hati”
Hatin yg tergerak belas kasihan
Dan ia mengasihi korban para penyamun
Tidak melewati saja
Tetapi berbuat.

Tanpa memandang status apapun
Juga jangan dibatas-batasi
Dari hati tulus terbuka
Mampirlah ke hati yg kering kehausan
Juga kehidupan sesama yg bergumul
Hampiri mereka-mereka yg menjadi korban
Bantu mereka
Balut lukanya
Hibur hati mereka juga
Angkat dari keterpurukan
Beri semangat
Bangun harapan
Rawat orang lain hingga menemukan dirinya pulih
Pastikan diri kita dipakai Tuhan terpakai
Jadi alatNya yg menghampiri, menolong, membasuh,
menyembuhkan dan menyelamatkan sesama yg lain
Sehingga sesama yg ditolong kita
Satu waktu pasti juga siap menolong
Sesama yg lainnya lagi..
Sesama untuk sesama

Tergeraklah
Lakukanlah
Berbuatlah!

Jangan cuma lewat doang..

Jangan melewati :)



tulisan & foto: lusindo tobing

05 Juli 2010

refkesi minggu pertama Juli 2010


TERDAFTAR DI SORGA

Lukas 10: 16-20


Masih berkutat dgn pertanyaan, “Apakah ada kehidupan sesudah kematian?”
Akh.. cukup menyedihkan jika masih.

“Apakah sorga itu ada?”
Jawabnya pasti: ADA.
Sorga itu ada.

Di perikop ini salah satunya
Kita dapat kepastian tersebut
Tuhan Yesus sendiri mengatakan menyatakannya,
“…bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Kepada 70 puluh murid2 utusanNya
Juga kini
Kepada anda dan saya.. kepada kita semua

Kepastian
Untuk menuju sorga
Untuk terdaftar di sorga!

Masih di dunia tetapi telah terdaftar di sorga

Selain berfleksi diawali mikirin atau bayangin sorga nanti
Tuhan Yesus sesungguhnya menegaskan soal itu saat ini
Sekarang

Sekarang pun ada sorga
Ya, kini di sini
Di dunia pun ada sorga
Mengkondisikan sorga
Tepatnya mengecap kasih sorga sejak berjalan hidup di dunia

Karena tampaknya semakin banyak orang kini
Yang hidup tidak lagi mencintai dicintai

Mari jangan mau jadi buta bahkan tuli akan Kasih
Tidak tergerak dan enggan bergerak mengasihi
Apalagi gagap saat dicintai sehingga yg muncul adalah penolakan
Menolak sorga
Mari kini kita perbaiki “kendaraan” hati kita
Diperbaiki dalam sayangNya, pengorbanan cinta Sang Mesias

Tuhan selalu ada di dalam perjalanan kita
Di mana ada Kasih Tuhan, di situ ada sorga
Di hati kita
Di manapun, kapanpun bersama Kuasa Allah

Sadari
Percayai
Persilakan kekuatan Illahi sorgawiNya melingkupi

Ini khan berarti
Kehidupan setelah kematian itu ada, jika..
Ada kehidupan sebelum kematian

Kita harus bersedia dipulihkan
Diperbaiki
Dilengkapi dan
Terus.. disempurnakan kuasa sorgawi
Sejak sekarang untuk meneruskan perjalanan hidup kehidupan

Sorga itu ada jika ada Kasih
Sebelum juga setelah kematian

Jadi sekali lagi cukup menyedihkan
Jika kita harus mati tanpa pernah lagi bergerak, mendengar, melihat dan mengasihi..
Karena kita tidak percaya sorga

Akibatnya di perjalanan hidup sekarang, kita ngga hidup.
Saat kini belum mati. Kita pun sudah mati!
Tidak bergerak, mendengar, melihat dan mengasihi orang lain, khususnya sesama yg menderita..
Kita tidak terbiasa untuk itu
Tidak hidup karena dan untuk keagungan sorga Allah
Tidak bersedia dibentuk apalagi diutus Tuhan untuk memberitakannya
Akhirannya tidak siap bahkan ndak layak.

Mari mau dan siap diutus Tuhan
Memberitakan Kerajaan Allah bagi dunia
Bukan untuk memunculkan ketakutan dan kengerian bagi sekitarmu
Tetapi justru sebaliknya

Dari Dia-lah kita dapat kepastian
Kepastian soal sorga
Soal kita terdaftar di sorga jika kita mau diutus

Bersukacitalah..!
Karena kita tahu dan yakin pasti ada hidup
Ada kehidupan kekal esok hari
Maka.. sekarang makanlah selain makanan jasmani khususnya
Makanan rohani
Beritakanlah sorga bagi sebanyak2nya orang
Mewartakan kehidupan bagi lebih banyak insan
Karena besok ada kehidupan, pasti!

Bersukacitalah..!
Tuhan akan memberikan kuasa agar kita..
Menghidupkan kehidupan di sekeliling kita
Menghibur yg berduka
Bersedia mendengar dengan telinga hati
Memberi semangat bagi mereka-mereka yang letih lesu
Mendamaikan juga semarak
Beria-ria sekaligus meneduhkan
Membuat kehidupan lebih layak dijalani bersama
Lebih mengkondisikan sorga jadi bagian kita
Sebelum bahkan setelah kita mati, meninggalkan dunia
Bersedialah diutus Tuhan
Dilayakkan Tuhan menjadi utusan2 sorgawi
Dengan benar2 melakukan Firman dan mewujudkan Kasih
Layak masuk ke dalam kehidupan sorga abadi
Bersama Tuhan.. selamanya.

Bersukacitalah..!
Karena anda dan saya.. terdaftar di sorga :)



Tulisan & foto: lusindo tobing

22 Juni 2010

refleksi minggu keempat Juni 2010


CERITERAKANLAH

Lukas 8: 26-39


Ceritakanlah..
Segala kebaikan
Kasih sayang Tuhan
Juga segala hikmat, bijaksana dan segala berkatNya
Bahkan keselamatan
Yg dianugerahkan
Kepadamu
Kepada kita

Kepada dunia
Ceritakanlah

Kepada semua orang, lebih banyak lebih sering
Cerintakanlah

Dengan tingkah lakumu
Perbuatan bahkan pelayananmu
Dengan hatimu
Dengan pikiranmu
Dengan kemampuanmu, berapapun dan apapun itu
Dan..
Dengan sukacita, semangat dan terus-menerus..
Ceritakanlah..

"Pulanglah ke rumahmu dan..
ceriterakanlah
segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu."
Itu perkataan sekaligus perintah Tuhan Yesus
Kepada seorang laki2 yg disembuhkanNya dari kerasukan setan-setan
Perhatikan, tidak hanya satu setan tapi setan-setan, banyak setan!
Ya, tadinya Legion atau bala tentara setan iblis menguasai dirinya
Sering roh-roh jahat itu menyeret-nyeret dia, untuk menjaganya, oleh masyarakat
ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia akan kembali memutuskan segala pengikat itu
Pokonya setan-setan atau si-Legion menyiksa, merasuk merusak tubuh juga
kehidupannya dan tidak ada yg bisa menolong menyembuhkan
Tapi Yesus menyembuhkannya
Mengusir setan2 itu hingga ia sembuh sehat seperti sedia kala, berpakaian kembali
Lalu duduk di kaki Yesus, waras!

Karena diperintahkan Tuhan demikian
Orang yg sudah kembali waras itupun pergi mengelilingi seluruh kota Gerasa
Dengan sukacita sekali, bersemangat dan bisa kita bayangkan..
Dengan mimik sungguh-sungguh
Raut wajahnya berseri-seri
Dan suara yg lantang nyaring
Ke tiap orang yg dijumpainya
Memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.

Kini firman perintahNya ini sampai pada kita
Ini tantangan kita bersama teman2
Hitunglah berkat2 Tuhan yg melimpah dalam hidup kita lebih lagi
Maknai dgn mendalam semuanya
Renung2kan baik2..
Yakini lebih sungguh semua ada hanya karena kuasa dan Kasih
Kasih Tuhan Yesus Kristus

Lalu… tanpa ragu bimbang dan takut…
Khususnya dengan sikap tingkah laku
Teladan di keseharian
Melalui perkataan khususnya juga perbuatan kita yg memuliakan Allah
Beritahukanlah!

Siarkanlah!

Saksikanlah!

Nyatakanlah!

Ceritakanlah

Eksplisit penterjemahan pemilihan kata kalimat Yesus untuk ini
sangat menarik, yakni:

Ceri..tera..kan..lah!!!


Ya
Dengan perbuatan yg baik mengasihi..
Peduli spt Yesus peduli
Kepada orang di dekatmu
Kepada dunia

Ceriterakanlah teman2... :)



tulisan & foto: lusindo tobing

21 Juni 2010

refleksi minggu ketiga Juni 2010



BUANG DALIH

Lukas 9: 57-62


Buang dalih dlm mengikut Tuhan
Berhentilah membuat alasan2!

100 alasan menghindari panggilanNya, ayo patahkan kalahkan dgn 1001 keyakinan
Untuk mengikuti Yesus
Untuk Allah memakai kita dalam proses penyelamatan bagi dunia

Karena itulah Dia menandaskan 3 hal

Karena cukup banyak yg belum tahu
Seluk beluk perjalanan mengikuti Tuhan Yesus ke dan di Yerusalem

Bukan perjalanannya tok.
Bukan sekadar ikut, mengikuti apalagi maunya langsung jadi pengikutNya
Tuhan mengajak kita
Tuhan mengingatkan
Tetapi juga Tuhan memberi 3 jawaban sekaligus syarat, tepatnya 3 perintah!

Yg pertama
Jawaban Yesus kepada calon murid pertama,
“Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Karena sesungguhnya apa yg akan terjadi di Yerusalem adalah:
Penolakan
Penderitaan
Bahkan.. kematian di kayu salib!

Padahal.. sebelumnya si calon murid pertama lebih dulu bilang,
“Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Masihkah kita?
Jika anda dan saya di posisi calon murid pertama ini
Dengan rute perjalanan yg sangat berat dalam mengikuti Dia
Apalagi sepertinya hanya menjemput kesia-siaan di Yerusalem
Ancaman maut pada garis finish..
Masihkah kita mau tetap mengikuti dan terus setia jadi muridNya?!?

Makiiin… terasa saat ajakanNya ke calon murid kedua,
“Ikutlah Aku!”

Coba dengar, apa respon sang calon murid kedua,
“Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”

Orangtua harus dihormati disayangi
Dan menguburkan jenazah orangtua itu sesuatu yg sangat indah dan baik
Namun bukan eksplisit itu maksud Yesus saat menjawab,
“Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
Sangat ekstrim! Tuhan Yesus mengingatkan kita sekali lagi
Untuk menempatkan Dia di atas segala2nya
Pun di atas segala hubungan terdekat sedekat apapun di dunia dgn manusia dan lain2nya..
Jangan mencari dalih apapun untuk menahan-nahan
Menunda waktu untuk mengikuti Dia.

Sekaranglah waktunya teman2.. ikut Tuhan Yesus!

Dan tidak boleh undur apalagi mundur
Seperti dalih kembali dari calon murid ketiga,
"Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."

Ungkap jawab ajaran Yesus, “jangan menoleh ke belakang”
”Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." Itu lengkap firmanNya.

Karena jika kita sebagai pembajak sawah
Kita tidak akan pernah berhasil membuat alur perjalanan bajakan yg lurus di sawah
Yang ada malah kacau balau
Bengkok hati
Banyak kelokan sesat, agar lari dari tanggungjawab
Belum lagi gelombang2 timbunan dalih menggampangkan panggilanNya

Yang paling sering kita gaungkan juga dengar adalah
“Ah… nanti2 aja ikut Tuhan, kalo udah deket mati”

Sesungguhnya kita ngga tahu kapan kita mati atawa meninggal dunia teman2..
Besokpun bisa
Sekarang saat baca tulisan ini sebentar lagi pun bisa!

Bukan mau nakut-nakutin, tetapi..
Sekaranglah waktunya untuk serius, santai namun sungguh setia taat ikut Tuhan!
Sepenuh hati dan sepenuh hidup berserah padaNya
Bersedia jadi murid
Bersedia jadi pengikut
Murid pengikut Tuhan Yesus Kristus

Berteriaklah dgn kuat percaya
Jangan tunda
Benar2 melakukannya
Bahwa, “..aku mau selalu ikut Dia!!”
Mengasihi Alllah dan mengasihi sesama
Ngga berhenti
Ngga bakal goyah
Berserah beriman penuh pull!!
Sampai finish
Sampai Yerusalem
Sampai kita meninggalkan dunia lalu masuk firdaus abadi kekal
Tinggal bersama dan semeja perjamuan sorga dgnNya
Selamanya…

Karenanya
Buang segala dalih! :)



tulisan & foto: lusindo tobing

16 Juni 2010

refleksi minggu kedua Juni 2010


IMAN YG MENYELAMATKAN

Lukas 7: 36-50


Milikilah iman yg menyelamatkan

Bukan sekadar iman karena sudah diselamatkan
Tetapi untuk menyelamatkan!

Memiliki iman utk menyelamatkan
Beriman untuk berbuah2 kebaikan dan kebenaran
Punya iman kuat setia berakibat lebih besar untuk…
Mengasihi, membawa perdamaian dan mewujudkan bahagia orang lain
Sehingga Kristus –Tuhan dan Juruselamat kita- hadir menyelamatkan melalui kita

Teladan Yesus lagi2 menandaskan itu
Di satu undangan jamuan makan
Yg diadakan seorang Farisi bernama Simon
Yg dihadiri pula perempuan a susila
Perempuan yg berdosa tadi
Ia mempersilakan membiarkan datang dgn malu dan sangat sedih menangis di kakiNya
Malu atas dosa2nya
Menangis menyesali minta pengampunan
Dan Tuhan Yesus mengampuni segala dosa perempuan itu

Tidak hanya itu,
Perempuan itu juga menyeka kaki Yesus dengan rambutnya
Kemudian ia mencium kaki-Nya
Dan.. meminyakinya dengan minyak wangi!

Sekali lagi Tuhan yesus mengampuni dosa2 perempuan itu.

Tapi ingat,
Si perempuan itu bukankah saya dan anda bukan?
Kita yg penuh cacat cela dosa
Tidak terkecuali
Semua kita berdosa.

Kisah luarbiasa ini mengajarkan kita untuk:

Mari lebih mau mendengar, percaya dan datang kepadaNya
Dalam Nama Tuhan Yesus, Sang Juruselamat.
Si perempuan itu mendengar akan ajaran2 juga kuasa2 yg dilakukan Yesus
Karenanya, seketika juga ia mendengar Yesus mampir ke rumah Simon
Segera itulah ia mempersiapkan segala ssuatu
Termasuk minyak wangi dll..
Namun khususnya ia menyediakan hatinya untuk Tuhan
Ya hati yg remuk hancur
Dan datang kepada Yesus.

Setelah menyediakan hati
Sekarang siapkanlah juga pelayanan yang terbaik bagi Tuhan
Mempersembahkan yg terbaik
Dengan menyembah
Takut hormat namun mengasihi Dia dengan sungguh
Lalu datang mohon pengampunan dosa
Mohon dipulihkan
Mohon kasih sayang Tuhan..

Si perempuan itu sesungguhnya jauh sebelumnya sudah diampuniNya
Jauh sebelum pertemuannya dengan Tuhan di jamuan makan

Perempuan itu diampuni saat itu tadi semua:
Mau mendengar, percaya, datang lalu memohon pengampunan
Dan berjanji tidak mengulangi perbuatan2 cemar lagi

Kita juga harus mau seperti itu, teman-teman..

Jangan mudah diombang-ambingkan dlm imanmu
Atau juga sombong apalagi sombong rohani
Apalagi ikut2an mencibir sesamamu
Sok suci dan sok kudus sendiri
Karena itu adalah tindakan meragukan kuasa Kasih
“Siapa sih ni orang, sampe bisa ngampunin dosa?!”
Seperti itulah gumam orang banyak ke Yesus
Saat perempuan tadi diampuniNya

Tetapi Iman kita haruslah iman karena dosa2 kita yang banyak itu telah diampuni,
Tuhan telah banyak memaklumi saya dan anda
Kita juga telah banyak sekali diberi anugerah dan berkat2Nya

Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu
"Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!

Ini semua tentu menguatkan kita untuk semakin banyak berbuat kasih
Membawa bahagia kelegaan
Memaklumi, memaafkan, menerima dan mengkondisikan ketenangan damai
Dan.. siap menolong membantu
Memberi semangat kekuatan baru
Bagi siapa saja, dimanapun bahkan di sikon (situasi kondisi) bagaimanapun
Khususnya kepada mereka yg dijauhi, disingkirkan, kecil, lemah, hina, tidak
masuk dalam hitungan, apalagi termasuk dipandang “kotor” oleh dunia

Dikasihi untuk lebih mengasihi
Diampuni untuk bersedia mengampuni
Diselamatkan untuk siap menyelamatkan

Iman yg menyelamatkan! :)



tulisan & foto: lusindo tobing

06 Juni 2010

refleksi minggu pertama Juni 2010


JANGAN MENANGIS

Lukas 7: 11-17


Tuhan tidak rela kita sediiihh
Terus-terusan..

Dia bahkan ngga mau kita hanya larut dlm tangisan
Firman Tuhan lembut namun juga tegas,

“Jangan menangis!”

Itu dikatakanNya
Di kota Nain
Kota sebelah selatan Nazaret
Saat itu ada yg meninggal!

Yang meninggal masih muda
Rupanya anak tunggal
Anak tunggal dari seorang ibu
Yang menjanda

Kematian tersebut menggerakkan hati Yesus
Memunculkan bahkan memperjelas cinta kasihNya

Kemungkinan yg meninggal itu adalah satu2nya tempat bersandar si ibu
Minimal harapan dan kebanggan hidupnya

Ketika rombangan pengubur sudah dekat pintu gerbang
Dengan kebiasaan saat itu, mereka mengusungnya
Di atas usungan yang terbuka

Karena kasih, Yesus berkata kepada si ibu janda
“Jangan menangis!
Perhatikan, bahkan penyusun Alkitab dengan detail menuliskannya
Dengan tanda seru

Ada nada kesungguhanNya menolong dan memulihkan
Berdasar karena kasih,
Karena kasih pulalah, Dia tidak mengindahkan salah satu larangan konteks itu
Tentang penajisan diri sendiri jika menyentuh mayat
Yesus menghentikan rombongan pengusungan itu
Mengahmpiri jenazah
Lalu menyentuhnya!
Memerintahkan anak muda yg mati itu bangkit.

“Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Itu perintahNya
Itu firmanNya
Dan.. menjadi “verbum visibile” (firman yang kelihatan)
Mujizat terjadi

Si anak muda yg meninggal itu bangun hidup
Ya, jenazah itu, dia bangkit hidup lagi
Lalu duduk
Dan mulai berkata-kata

Orang-orang sekitar yg melihat peristiwa itu, gentar
Mereka gempar
Takut namun bercampur bergembira
Lalu memuliakan Allah di mana-mana
“Allah telah melawat umatNya”

Dan Yesus menyerahkan mengembalikan anak muda yg hidup lagi itu
Kepada ibunya, keluarga satu2nya
Betapa bahagia dan sukacitanya hati si ibu janda
Betapa bahagia dan sukacitanya hati si anak muda
Juga betapa bahagia dan sukacitanya hati semua orang yg melihat
mujizat itu
Dan
Betapa bahagia dan sukacita hati kita yg membaca, merefleksikan
Dan mengimani-mengaminiNya

Makin tersiarlah kuat kuasa dan kasih Yesus
Agar terus kian tersiarlah…!

Karenanya teman2 terkasih..
Biarlah Tuhan menyentuh kita saat ini, saat kita membaca ini..
Bahkan tiap saat ke depan seterusnya

Menyentuh hati kita seperti Yesus sesungguhnya telah menyentuh hati si ibu yg janda itu
Menolongnya, memulihkan hatinya kembali, semangat dlm imannya, berpengharapan bahkan berbahagia bersyukur kepada Tuhan, karena anak tunggalnya telah kembali

Juga menyentuh tubuh jasmani kita
Tuhanlah yang akan memberi petunjuk kebenaran, menyembuhkan, memberi jalan ke luar, bahkan pertolongan yang menghidupkan

Karena Tuhan rindu kita berani mengakui Dia ada
Selalu ada
Dan Tuhan selalu bersedia menopang dan menyelamatkan
Mari, akui Tuhan dalam hidupmu juga bagi hidup orang lain
Tuhan itu baik bagi semua orang
Tuhan itu baik bagi semua maklhluk

Tuhan selalu merancang dan memberlakukan yang baik
Bahkan sungguh amat baik.

Dia tidak pernah dan tidak akan pernah menyuruh kita hanya hidup dalam ketidakbaikan
Hanya meraung-raung meratapi nasib?!
Menangisi diri sendiri, kehidupan sendiri dan keterbatasan sendiri
Apalagi hingga merasa sendirian
Bingung
Tidak memiliki apa-apa, siapa-siapa
Dan kehilangan pengharapan.
Akhirnya nda bisa berbuat apa-apa, pasif lalu mati roh
Makin jauh dari keluarga, komunitas
Bahkan makin jauh dariNya
Tidak, Tuhan saya dan anda tidak menyetuji itu semua berlaku
Bahkan Dia tidak merancang kita dan tidak akan dibiarkan kita
Masuk ke zona itu semua.

Tapi
Tuhan ingin kita tenang dan damai
Menerima, menikamti bahkan membagikan itu sebanyak-banyaknya orang
Di tiap hari kita

Allah rindu kita selalu menikmati damai keteduhan Kasih

Tuhan Yesus ingin kita yakin dan tenang teguh dalam iman keselamatan

Roh Kudus selalu bekerja untuk saya dan anda ahli
Bersyukur
Berserah percaya
Bernafas lega, baik lega secara nafas jasmani maupun khususnya
Kita bersama lebih banyak orang lain juga menarik nafas lega spiritualitas
Iman kita dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Tersenyum
Di tengah pergumulan, kesakitan bahkan ancam maut sekalipun!

Bahkan kita bisa menikmati hidup kehidupan
Tertawa bersukacita dan membawa sukacita bahagia bagi
Lebih banyak hati orang lain dan sekitar kita
Sehingga kehadiran kitapun boleh lebih peduli, tergerak hati, menampakkan kesungguhan juga kepastian kasih kita bagi sipapaun orangnya

Tuhan ingin tiap kita –pribadi lepas pribadi- bersukacita berbahagia

Tuhan ingin keluarga kita bersyukur dalam segala hal

Tuhan ingin kita semua umat boleh menikmati damai juga sejahteraNya

Tuhan ingin bangsa bahkan dunia tempat kita tinggal boleh menjadi “surga”
Tempat kuasa kasih Allah benar2 nyata mengalir melalui tingkah laku kita
Tiap waktu, selama masih diberiNya kesempatan, bersama orang-orang di sekitar
Tuhan mau kita tenang percaya berserah dan menang, dihibur dan ditolongNya
Untuk lebih mampu menghibur juga menolong sesama

Jangan menangis.. :)



Tulisan dan foto: lusindo tobing

29 Mei 2010

refleksi minggu kelima Mei 2010


ANTUSIAS

Yohanes 16: 12-15


Tuhan Yesus mengatakan menyatakan bagian ini bukan di saat2 yg baik loh…
Sebaliknya, di situasi dan kondisi Dia menjelang Salib
Kalau diteruskan pasal-pasal bacaan Kitab Yohanes 16, 17 dstnya
Maka Yesus ditangkap, diadili, lalu jadi terhukum mati.

Tapi coba kembali ulang kalimat demi kalimatNya
Yang terasa adalah: Antusias!

Antusias menghadapi kematian?

Oh tidak.. Dia antusias menghadapi segala sesuatu apapun di depan
Bahkan kita yakin ketika sesungguhnya Yesus sudah tahu
Ya, Tuhan sudah tahu bahwa sedikit waktu di depan Dia akan menderita
Namun Ia tetap bergairah bergelora, tetap bersemangat

Tuhan adalah Tuhan yang selalu tetap antusias.
Menjelang menghadapi kematian Yesus sekalipun!

Dan bukankah ini sesungguh-sungguhnya yg kita perlukan untuk bahagia
Kita memerlukan sesuatu yang selalu bisa bikin kita bergelora bersemangat, antusias tadi.
Kekayaan?
atau
Kelimpahan dan kemewahan?
Come on… tentu bukan itu

Kita akui perlu untuk jadi kaya, limpah dan apalagi mewah
Tapi bukan itu yg membahagiakan
Sesungguhnya kita memerlukan yg lain dari itu semua
Sesuatu yg lebih tinggi
Lebih tinggi luhur mulia, yakni: Membahagiakan orang lain!

Itulah mengapa Ia sangat antusias tentang sosok Penghibur
Mengutus Roh yg menghibur
Roh yg adalah Dia sendiri itu.
Masuk merasuk di hati, pikiran juga hidup kehidupan anda dan saya

Menghibur bukan sekadar me”nina-bobok”an kita
Tetapi
Menginsafkan kita akan dosa
Menginsafkan kita akan kebenaran
Dan menginsafkan kita akan penghakiman yg membawa keselamatan kekal.

Tuhan menghibur kita, selalu
Dia Penghibur sejati kita
Karena Tuhan sayang cinta kepada saya dan anda teman2..
Karena Tuhan bener-bener mengasihi kita

Yesus menghadapi kematian
Kitapun menghadapi kematian
Bedanya tentu setelah mati, Dia bangkit dan naik ke sorga menyediakan tempat abadi
Tapi mari paralelkan refleksi ini ke diri kita sendiri bersama orang lain

Mari kita antusias dgn berkata,”saya ini menghadapi kematian dan orang lain pun
menghadapi kematian..”

Ketika kita memusatkan minat di ungkapan kuat tersebut
Mencoba betul-betul sepertinya mengalami kematian
Mengulangi dan meresapkan kebenaran kata-kata yg kita ucapkan tersebut
Maka antusias kita akan berubah
Berubah menjadi niat kerinduan besar untuk lebih mengasihi
Lebih banyak mencintai dan lebih sering menyayangi
Menghibur kehidupan di sekitar kita
Selama kita hidup
Selama orang2 di dekat kita hidup, ada.
Selama masih ada hidup kehidupan

Apabila kita sepakat untuk antusias saling mengasihi
Dengan kekuatan Sang Roh Penghibur
Maka roh-roh kemarahan dan benci perlahan sirna
Lalu dendam apalagi kepahitan akan lenyap
Keselarasan akan timbul
Dan roh kegirangan bermunculan
Bersemangat!
Bersukacita memuliakanNya

Bersemangat membahagiakan hati Tuhan
Dengan cara, lebih dan lebih lagi…
Bersemangat mengasihi membahagiakan hati sesama manusia

Bergelora utk terus makin membahagiakan orang-orang di dekat kita sehari-hari.

Antusias!

Dan saat menghadapi kematian sekalipun
Kita malah tambah2 bahagia… :)



Tulisan dan foto: lusindo tobing