09 Juni 2011

refleksi minggu kedua Juni 2011


PERBUATAN BESAR

Kisah Para Rasul 2: 1-13



Satu lagi peristiwa dan perbuatan besarNya diberlakukan! Mereka, murid-murid Tuhan Yesus Kristus sedang berkumpul di satu tempat di Hari Pentakosta. Pentakosta adalah hari raya Tujuh Minggu (baca Im 23: 15 & Ul 16: 9), jatuh tepat hari kelima puluh sesudah Paskah.

Tiba-tiba Roh Kudus (Roh Allah) dicurahkan atas mereka. Terdengar suara seperti tiupan angin keras (ayat 2), lalu lidah-lidah api bertebaran hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus! (ayat 3-4)

Tetapi yang jauh lebih menakjubkan adalah, terjadinya glossolalia (berbicara dalam bahasa-bahasa lain). Murid-murid mewartakan memuji perbuatan-perbuatan besar Allah dalam berbagai bahasa dan dialek yang lain daripada bahasa ibu mereka (bahasa Aram Galilea). Namun jelas dimengerti pengunjung-pengunjung perayaan yang menyaksikan kejadian tersebut !(ayat 9-11) Pembalikan kutuk pada peristiwa Babel di konteks Perjanjian Lama, mungkin juga dimaksudkan oleh penulis Kisah Para Rasul di peristiwa ini.

Biarlah dunia tercengang-cengang dan heran! Seperti yang dialami semua orang yang melihat dan mendengar “komunikasi nyambung” walau perbedaan sangat beragam di antara mereka. Mari refleksikan peristiwa Pentakosta ini menguatkan kerinduan kita kembali untuk berkomunikasi.

Berkomunikasi dengan Allah. Dengan wujud, lebih ahli lagi berkomunikasi dengan orang-orang di dekat kita bahkan sesama, siapapun mereka. Lakukan dengan rendah hati dan bersemangat dipakaiNya “masuk” ke dalam hati orang lain, dengan tingkah laku Kasih Yang Besar.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak membutuhkan kasih. Sekarang ini apalagi, semakin dibutuhkan perwujudan nyata, perbuatan-perbuatan besar Allah di hidup kehidupan mereka. Wartakanlah, komunikasikanlah, siarkanlah! Roh Kudus pasti memberkati kita semua. Selamat Hari Pentakosta. Amin.





tulisan & foto: Lusindo Tobing.

31 Mei 2011

refleksi minggu pertama Juni 2011


DOA BERSAMA-SAMA

Kisah Para Rasul 1: 6-14


Pertanyaan juga keinginan para murid dan pengikutNya yang berbunyi, “.. maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan?..” (ayat 6) kurang-lebih memiliki arti juga kesamaan berbunyi, “..maukah Engkau pada masa ini memerintah sebagai raja?..” Tetapi langsung Tuhan Yesus Kristus menjawab tegas soal waktu dan masanya itu urusan Allah saja. Tetapi setiap mereka akan menerima kuasa, jika Roh Kudus dicurahkan, agar mereka semua menjadi saksi sampai ujung bumi. (ayat 7-8)

Tidak hanya hidup dengan kekuatan daging manusia, tetapi khususnya dengan Roh Kudus, inilah yang diinginiNya berlaku dalam hidup kita. Dan salah satu kebiasaan, lalu menjadi karakter juga identitas, bahkan sering dikatakan merupakan nafas hidup orang yang percaya adalah: Doa.

Persis di konteks perikop inilah Tuhan Yesus Kristus naik terangkat ke sorga, teguranNya melalui dua malaikat kepada semua mereka, sangatlah indah,”..mengapa kamu (cuma) berdiri melihat ke langit?..” (ayat 11). Mari kitapun demikian. Jangan hanya diam saja, terpana, terbengong-bengong dengan berbagai fenomena hidup kehidupan sehari-hari.

Jangan cuma bereaksi, tetapi mari beraksi. Ya, beraksi dengan cinta kasih sayang kepada sesama yang membutuhkan perhatian, pertolongan dan pelayanan. Mari tekun melihat ke bumi nyata, membumi. Dan mulailah selalu dengan doa-doa. Sekali lagi bukan doa pribadi, tidak untuk kepentingan ego belaka! Tetapi mari berdoa seperti mereka, para pengikut juga murid (ayat 13-14), saling mendoakan dan mendoakan orang juga pihak lain, dalam hadiratNya dengan sehati mereka bertekun. Doa bersama-sama! Amin.




tulisan & foto: Lusindo Tobing

26 Mei 2011

refleksi minggu kelima Mei 2011


KOMITMEN

Mazmur 66: 13-20


Sekarang ini, betapa makin banyak janji yang ditagih untuk dipenuhi. Di berbagai bidang, strata masyarakat, dimensi dan di mana-mana tempat, semakin banyak komitmen dibuat, tetapi kecenderungannya dilanggar atau sedikit sekali yang ditepati!

Perikop kita kali ini, sudah terasa di bagian awal yakni ayat 13-15, sesungguhnya berbicara komitmen seluruh umat Allah. Yang telah ditolong dan selalu diselamatkanNya dari berbagai musuh.

Tetapi khususnya pemazmur, yang bersyukur kepada Allah untuk kelepasan keselamatan pribadi, yang dianggapnya sebagai pengalaman keluaran yang baru. Hidup yang baru.

Mari jadi baru. Bahkan terus-menerus diperbarui dengan memberlakukan komitmen (perjanjian - keterikatan) Kasih di keseharian. Seperti Allah selalu berkomitmen sejak awal sampai selamanya, misalnya: tidak akan pernah menolak doa-doa kita semua dan tidak menjauhkan kasih setiaNya (baca lagi ayat terakhir: 20). Marilah terus menepati janji memberi.

Rendah hati namun berani, berkomitmen dengan Allah. Mewartakan syalom melalui pelayanan yang indah, pekerjaan benar, sikap adil dan kepedulian penuh Kasih bagi sesama di keseharian. Komitmen mempersembahkan yang terbaik! Amin.



tulisan & foto: Lusindo Tobing

21 Mei 2011

refleksi minggu keempat Mei 2011


MEMBAWA BERKAT

Kisah Para Rasul 2: 41-47


Jemaat mula-mula itu disukai oleh semua orang! Apa penyebabnya? Rupanya, karena mereka memiliki hati yang gembira dan ketulusan hati. Coba baca dan baca ulangi lagi ayat 43-47, hati mereka tulus dan bergembira untuk saling berbagi, membawa dan menjadi saluran berkat Allah bagi sesama.

Mari bersama meneladani cara hidup jemaat mula-mula, jemaat awal pertama ini. Dengan sungguh-sungguh bertekun dalam memberlakukan ajaran-ajaranNya. Baik dalam kebersamaan cinta kasih keluarga, persekutuan jemaat Tuhan, juga khususnya kepeduliaan terhadap dan dengan sesama. Di keseharian, kita bertekun dan sehati menawarkan cinta dan Kasih bagi sesama. Tentu melalui sikap dan tingkah laku kita, juga melalui perkataan dan kehadiran kita kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sehingga terus-menerus, juga satu persatu, semakin banyak pribadi yang menerima keselamatan yang ditawarkan dari Allah melalui kita. Untuk masuk ke dalam masyarakat yang diselamatkan, Keluarga Kerajaan Allah. Kumpulan orang-orang yang tidak hanya mau menerima berkat, tetapi setia dan taat untuk saling membagikan berkat.

Mari memuji memuliakan Allah, dengan rendah hati terus membagikan Syalom. Mari membawa berkat dan disukai oleh banyak orang! Amin.



tulisan & foto: Lusindo Tobing

19 Mei 2011

refleksi minggu ketiga Mei 2011


MELAKUKAN PEKERJAAN KRISTUS

Yohanes 14: 1-14


Dulu ada istilah “korupsi berjamaah”. Belakangan ini kita membaca, melihat dan mendengar di banyak media bahwa ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengungkapkan istilah baru yakni adanya “korupsi struktural”. Korupsi yang dilakukan secara tertata dan melibatkan orang-orang yang duduk di jabatan-jabatan tertentu, menyangkut struktur organisasi lembaga, juga pengambil keputusan penting dan kekuasaan. Sungguh memilukan dan memalukan!

Biarlah istilah-istilah tersebut menjadi koreksi tajam untuk diri kita sendiri dulu. Kemudian mari rindu membangun jaringan yang melakukan pekerjaan-pekerjaan baik dan benar, bukannya jejaring korupsi dan pekerjaan gelap jahat lainnya. Seperti Tuhan Yesus Kristus sendiri menghardik para muridNya,”Tidak percayakah engkau? .. percayalah kepadaKu, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku, .. barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan” (ayat 10-12).

Dan hardikan sekaligus Firman ini sekarang tiba pada kita semua, di kehidupan ini dan kini. Tiap langkah kaki bahkan langkah iman kita adalah perbuatan yang melakukan kehendakNya. Sehingga “Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.” (ayat 14) Indah sekali bukan?! Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, tentu dengan pertolongan urapan RohNya Yang Kudus akan melakukan, sekali lagi melakukan, untuk saya dan anda.

Ada struktur jaringan pekerjaan kebenaran, keadilan dan Kasih. Sehingga mari tanpa ragu, kita melakukan pekerjaan terlebih pelayanan bagi sesama di keseharian hanyalah untuk kemuliaan Allah di dalam Anak. Kemuliaan melakukan pekerjaan-pekerjaan Kristus! Amin.



tulisan & foto: Lusindo Tobing

04 Mei 2011

refleksi minggu kedua Mei 2011


MAKAN BERSAMA

Lukas 24: 13-35

Tiap acara makan bersama selalu menyenangkan! Makan bersama keluarga, atau makan bersama jemaat, makan bersama teman-teman dan juga makan bersama dengan sesama yang lain. Karena selain perut yang diisi lalu kenyang, juga memuaskan selera makan lidah kita, tetapi yang lebih jauh ada kepuasan batin dengan kebersamaan, sadar orang lain juga menikmati apa yang sedang kita nikmati. Aku makan, mereka juga makan, mereka minum dan aku juga minum. Selalu menyenangkan (dan mengenyangkan) tetapi rupanya juga sangat membahagiakan. Ada “syalom” di tiap makan bersama.

Itu juga yang terjadi di bagian-bagian akhir perjalanan 2 (dua) muridNya, yang ditengah perjalanan menjadi 3 (tiga) orang karena ada “teman seperjalanan” yang bergabung, saat menuju kampung Emaus. Siapa orang ketiga itu? Ya, Dia Yesus, Guru mereka, Tuhan dan Juruselamat kita! Kedua murid mendesak Dia menerima undangan menginap malam itu, “Tinggallah bersama-sama dengan kami..” (baca lengkapnya di ayat 29).

Mereka mempersiapkan jamuan malam, tetapi pada saat akan makan bersama itu, Tuhan Yesus membawakan cara dan bahasaNya yang telak sekali mengingatkan mereka pada perbuatanNya di peristiwa mujizat pemberian makan (lebih dari) 5000 orang dan khususnya saat Perjamuan Kudus terakhir mereka (ayat 30). Setelah itu Dia lenyap dari tengah-tengah mereka (kedua murid). Tetapi mata dan mata hati mereka jadi terbuka, mereka pun mengenal Dia dan merasakan suatu kegembiraan aneh, sangat menyenangkan, sangat tenang dan damai namun penuh bahagia, penuh cinta dan Kasih.

Mari lebih sering berbagi makanan bagi mereka yang kelaparan. Berbagi minuman bagi mereka yang kehausan. Selain menyediakan dan atau mengajak keluarga, teman, rekan jemaat untuk makan bareng, makan bersama. Namun di atas semua itu, bagikanlah Syalom: Kebahagiaan, kelegaan, kedamaiaan dan kesejahteraan kepada lebih banyak orang lain.

Lewat sikap tingkah laku kita, juga doa, serta mau memberi, membagikan apa yang kita miliki. Sesederhana hingga sebesar apapun, mari, buatlah sesama kita lebih “kenyang”. Kenyang jasmani, tetapi lebih kenyang juga spiritual iman dengan Kasih. Sesulit bagaimanapun, wartakan dan bagikanlah Syalom. Amin.



tulisan & foto: Lusindo Tobing

27 April 2011

refleksi minggu pertama Mei 2011


WARTAKAN SYALOM

1 Petrus 1: 3-9


Maraknya kasus pembobolan dana di beberapa Bank belakangan ini, tentu berimbas pada tingkat kepercayaan masyarakat. Kasus terakhir malah pembobolan dana mencapai Rp. 111 miliar! Masyarakat mulai bertanya-tanya, lalu kebingungan bahkan tidak aman sejahtera dan jadinya tidak percaya. Hingga contohnya ada komentar di twitter ditayangkan salah satu televisi swasta berkata,”.. ah mending balik nabung di “celengan” aja!” Bernada agak kampungan tetapi cukup tajam dan sinis.

Mari wartakan damai sejahtera (shalom/syalom). Dunia sekarang ini kian membutuhkan pewartaan syalom. Mari kuatlah atas berbagai goda, nafsu dan rayuan Kuasa Jahat. Berhentilah terlibat dalam merugikan sesamamu! Jangan lakukan, dan jangan punya niat meliciki pihak lain. Kalau kita ingin hidup bergembira , jangan bergembira atas penderitaan, tangisan bahkan kesengsaraan yang lain. Tetapi mari berjuang untuk bergembira hanya karena melakukan kebaikan dan kebenaran dalam Tuhan bagi sesama.

Seperti isi Surat Rasul Petrus kepada orang-orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (baca lagi ayat 6-10) yang mengajak memanjatkan syukur ke hadirat Allah hanya karena menjadi berkat bagi sesama dan kehidupan. Walau menempuh masa-masa pencobaan kesukaran.

Inilah syalom yang sesungguhnya, syalom yang berasal dari iman yang tegar kuat menjalani melewati berbagai goda rayu si iblis dan tekanan dunia. Syalom yang penuh kesukaan kendatipun ada kesakitan, syalom yang membawa penyembahan sejati kepadaNya walau banyak penderitaan, dan syalom yang menghasilkan kebahagiaan di tengah berbagai kesukaran.

Semua ini akan menuju kepada satu titik saja, yakni: Keselamatan yang lengkap dan terakhir! Mari perjuangkan, terima nikmati, dan wartakan bagikanlah, Syalom mulai di dunia menuju Syalom Sorgawi! Amin.



tulisan & foto: Lusindo Tobing.