13 Agustus 2010

refleksi minggu ketiga Agustus 2010


PEGANGAN

Lukas 12: 49-56


Jika kita bisa membaca keadaan cuaca dari arah datangnya angin beriup
Itu bagus!
Walau itu bisa saja disederhanakan seperti
Kalo ada mendung biasanya memang akan turun hujan
Jika muncul pelangi maka akan terik terbit matahari

Namun ini semua menjadi refleksi kuat bahwa
Sadar utk kita bisa membaca tanda2 zaman
Dengan berpegang kepada firman dan kehadiran Tuhan…

Sebab waktunya sudah tiba
Tiba tentang siapa dan apa?
Di bacaan perenungan kali ini, Tuhan Yesus sesungguhnya menegaskan kehadiran diriNya sendiri
Di konteks Lukas Dia hadir
Di tengah murid2 tapi juga orang2 Yahudi Israel saat itu

Juga di hari2 kita sekarang ini, Dia Tuhan yg selalu hadir
Ada dekat
Bahkan sangat2 dekat
Roh Allah Yg Kudus berada lebih dekat dari kulit kita sendiri!
Hadir di dalam sini
Yakni tiba hadir berada di hati saya dan anda

Sekarang persoalannya, sudahkah kita memberi jawab?

Merespon akan kehadiranNya
Merespon dgn menentukan pilihan akan Kasih karunianya yg telah dan akan terus tiba

Dan berpegang hanya padaNya!??!

Ini harus kita jawab tentukan.
Karena kehadiran dan pelayananNya akan selalu mendatangkan krisis

Krisis?
Ya, waktu krisis sebab kita harus memutuskan menentukan betul2
Siapa tempat kita berpegang dan percayai sungguh

Apakah mengakui Dia sebagai Tuhan & Juruselamat kita
Atau..
Sama sekali tidak mengakuiNya
Lalu berpegang hanya pada kekuatan diri sendiri
Atau…
Pegangan kita adalah kuasa2 lain?!

Pergolakan dalam menentukan dan memastikan inilah krisis tsb
Berpegang pada yg sesungguh2nya baik?
Atau berpegang pada yg tidak baik?

Ini akan terus kita gumuli
Khususnya bergolak dan bergejolak dalam hati pribadi kita masing2
Bahkan mungkin bisa membawa “perselisihan” dgn teman, saudara bahkan dalam keluarga kita sendiri
Belum lagi termasuk perlawanan2 dari sekitar kita

Namun apapun tantangannya teman2.. mari,
Berpegang, lalu kuat memberlakukan dan juga berharaplah hanya pd yg baik.
Bahkan terbaik yakni: Tuhan!

Tapi juga jangan itu hanya jawaban lisan saja
Haruslah dari hati tulus dan pasti
Dan pasti untuk diberlakukan dalam kehidupan nyata
Sebuah jawaban yg berakibat seterusnya, sepanjang sisa hidup kita
Hingga mati hingga akhir.

Jangan jadi munafik
Jangan jadi orang fasik teman2..
Mari kembalilah kepadaNya
Berpegang pada kekuatan iman dan FirmanNya
Kembali takut menyembah dan berjuang menyenangkan Hati Allah

Dan jadilah bijaksana dalam Tuhan
Secara spiritual iman berusaha menyiapkan segala sesuatunya
Sebelum saatNya benar2 tiba
Khan Tuhan sudah pernah datang
Dan Dia akan datang utk kedua kalinya

Sadarlah
Hampiri Tuhan
Mohon pengampunanNya
Hiduplah dalam Kasih
Berpegang erat pada perintah2 Tuhan
Berubahlah dgn pembaharuan hati dan akal budi

Tidak lama lagi akan terlambat
Mari memberi jawab, respon atas kehadiran Tuhan di hidup kita
Isi kehidupan ini dengan lebih..
Percaya pegangan kuat pada Allah saja!!
Lalu lakukan ajaran perintahNya
Mengampunilah lebih sering
Mengasihi lebih sungguh
Bersedia mendengar juga bekerja sama
Selalu siap membantu
Selalu siap menolong sesama manusia lebihhh banyak & serrinngg..!

Kita siap sedia pula jadi “pegangan”.. :)



tulisan dan foto: lusindo tobing

11 Agustus 2010

refleksi minggu kedua Agustus 2010


JANGANLAH TAKUT

Lukas 12: 32-40

Buaanyaaakkkk hal dan alasan yg bisa bikin kita takut!
Bahkan mungkin kebanyakan
Hingga kita jatuh ketakutan

Bukan sekadar takut
Tapi dah ketakutan!!!

Fenomena bencana2 alam di sekitar misalnya
Belum lagi kejadian2 yg mengerikan di perjalanan hidup kehidupan
Ancaman kecelakaan, kejahatan bahkan teror maut bisa di mana aja, kapan saja
Semua seperti itu melengkapi segala pergumulan keluarga kita masing2
Tantangan pelayanan dihambat, dilarang, disegel beribadah sebagai umatNya
Dan seterusnya dan sebagainya… macem2!

Satu permalasahan belum selesai tas tas tuntas, eh muncul lagi masalah baru..
Ngga pernah berhenti dan memang tampaknya ngga bakalan pernah ada berhenti

Tapi Tuhan Yesus pernah bilang gini, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”
Lukas 12: 32!

“Kawanan kecil” di situ bisa soal kwantitas atawa jumlah yg sedikit, ngga banyak dlm deretan angka
Tapi bisa juga kita refleksikan sebagai lemah, kecil masih muda, nda berdaya dan terisolasi kesepian atau bahkan benar2 tidak dianggap oleh pihak lain dan tidak masuk hitungan oleh dunia sekelilingnya.

Penyakit2 rohani seperti ini harus dihapus teman2.. perlahan tapi pasti lalu habis!
Cobalah sadar hal2 jelek negatif selalu dihembuskan oleh kuasa gelap agar kita takut
Bahkan ketika benih takut meretas berkembang biak jadi ketakutan
Woi! Sadarlah teman2!! Kita sedang dikondisikan untuk jadi jauh dan semakin jauh dari Tuhan

Yups, karena takut bahkan ketakutan ad sesungguhnya posisi iman kita sedang jauh dariNya
Jauh dari percaya kepada Allah
Jauh dari Kasih KuasaNya!

“Janganlah takut” tu ajakan
Tapi juga peringatan dan pengingatan buat kita
Agar segera sadar ketika takut bahkan sekali lagi ketakutan mencengkeram kita
Segeralah minta ampun sama Tuhan
Untuk kemudian minta pertolonganNya agar menarik merangkul kita
Supaya sungguh2 mempersilakan Dia dgn KerajaanNya mengurapi menguasai kita
Bukan “kerajaan” roh ketakutan itu yg berkuasa

Ini serius teman2..
Ini bukan mau bicara hal2 roh2 dan sejenisnya gitu tapi..
Sebagai anak-anak Allah
Karena Allah sendiri menyatakannya tadi, “aku ini Bapamu”
Bapa kita itu telah berkenan memberikan kita Kerajaan
Jika… nah ini dia yg terpenting: Kita mengarahkan seluruh penuh tujuan hidup kita hanya kepada Allah
Dan kepada pewujudan rencana2Nya, penyelamatan Allah bagi dunia

Bagi siapa yg percaya, terus mencari mau belajar dan selalu melakukan Firman
Maka Allah kita adalah Allah yg menjanjikan
Bahwa Dia akan memenuhi segala kebutuhan2 kita.

Bagian ayat 32 tsb sebenarnya lanjutan dari janji Allah memenuhi soal
Kebutuhan makanan dan minuman
Kebutuhan mendasar kita
Untuk semua itu Dia sudah tegas berfirman, “Jangan khawatir!”
Anda dan saya juga kegidupan kita jauh lebih penting bagi Allah
Terus.. burung2 gagak diberi makan olehNya
Betapa kita jauhnya kita melebihi burung2 tsb!
Juga misalnya bukang bakung dan rumput diladang dipelihara bahkan dihiasi Tuhan
Apalagi kita!

Ini semua tentu bukan utk ksombongan
Juga bukan utk berlebih2an kepede( percaya diri)-an..
Bukan!
Tapi kalo kita melestarikan takut ketakutan
Maka sungguh kita tidak akan bisa melangkah sedikit aja utk maju
Yg ada hanya berehnti stug, diam dan tidak akan pernah berani ambil tindakan

Ayo, berani ambil tindakan yg baik
Berasal dari keputusan hati yg tulus baik dan bulat
Dalam Tuhan
Dalam Kasih sayangNya
Dalam kekuatan Firman dan urapan RohNya
KerajaanNya yakni diriNya sendiri dalam Tuhan Yesus Kristus
Telah disediakan diberikan utk kita

Tentukan solusi
Pastikan jalan ke luar
Bersiaplah utk segala kesempatan yg Tuhan beri
Dengan segala potensi dan kemampuan yg Allah sudah sediakan
Di diri kita msing2 juga dengan berbagai kelengkapan yg Tuhan sudah taruh
Di orang2 sekitar kita termasuk kehidupan lingkungan juga alam raya sekitar kita
Semua itu berada di tanganNya
Dan ketika Dia berkata janganlah takut?!
Waahh itu sebuah jaminan!!

Jangan takut
Janganlah takut
Kalian yg kecil, janganlah takut!
Sebab Allah senang memberikan kepadamu berkat dari Pemerintahan-Nya.
Janganlah takut, karena Bapa kita itu selalu berkenan
Dengan senang hati selalu memberi Kasih,
Jangan takut hai kawanan domba2Nya
Dan karena itulah kesukaanNya
Selalu mengaruniakan anugerah KeselamatanNya
Pada kita

Mari!
Utk diri sendiri dan mempengaruhi orang lain
Beranilah dlm Tuhan
Berani utk lebih Terang bagi dunia sekitar kita
Lebih berani juga utk lebih lagi mengasihi orang2 di dekat kita
Setia menjadi saluran berkat damaiNya, terus menjadi alat Si Penakluk ketakutan

Takutlah hanya kpdNya!
Tapi kpd dunia dan apa juga siapapun…

Janganlah takut :)



tulisan & foto: lusindo tobing

31 Juli 2010

refleksi minggu pertama Agustus 2010


KAYA

Lukas 12: 13-21

Teman2 terkasih yg selalu diberkati Tuhan..
Ayo jangan gagal memperoleh Harta Kekayaan Sejati

Jadi kaya di dunia itu boleh
Dan uang harta memang perlu
Tapi bukan itu semua yg pualliiing penting!!
Uang ngga bisa beli segala sesuatu..
Mari jangan jadi matre di semua lini dan dimensi
Nanti kita jadi bodoh, he he..
Bodoh?

Ya, Tuhan Yesus sendiri menyatakan dan memperingatkan itu
Ketika ada seorang yg mungkin tidak mendapat bagian warisannya
Meminta advis, masukan pendapatNya
Tetapi Yesus tidak mau “terjebak” memutuskan soal harta gono gini itu

Lewat perumpamaan Yesus mengurai dan menjawab
Perumpamaan seorang kaya, tanahnya berlimpah2 hasilnya
Tetapi karena tamak, menyimpan semuanya itu hanya utk dirinya sendiri.
Mengira dirinya akan beristirahat tenang, makan2, minum2 dan bersenang-senang!
Kemudian Firman Allah kurang lebih begini kepadanya,”Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga nyawamu Kucabut. Dan apa yg telah kau sediakan, tidak ada artinya sama sekali”

Kaya raya harta kedagingan duniawi
Bagi Tuhan Yesus, yg seperti2 itu tidak terlalu penting
Karenanya.. Ia mengajak si yg bertanya, juga saya dan anda ke hal jauh lebih penting
Lebih dalam mendasar
Bahkan..
Hal yg paling dalam mendasar dan paling penting…:

Menjadi kaya di hadapan Allah.

Lalu bagaimana caranya?

Pertama, miliki hubungan yg akrab dgn Tuhan
Hati kita harus berada dlm KaruniaNya
Hidup khan lebih penting dari sekadar penampilan, gaya pakaian juga makan dan minum
Dan hidup itu dari Tuhan
Tuhanlah sumber dari segala berkat yg melimpah dalam hidup kita
Sebab itu, ayo nyambung terus dengan Sumber hidup
Sumber kekayaan abadi dan keselamatan sejati
Pemilik saya dan anda
Empunya dunia juga alam semesta
Pencipta segalanya, khususnya: Si Peguasa Sorga
Itu yg akan membuat kita benar2 kaya!

Tidak hanya kaya di hadapan dunia

Tapi yg terpenting kaya di hadapan Allah

Yg bikin kita dipastikan kaya di hadapan dunia
Siapapun bagaimanapun keadaannya

Karenanya yg Kedua, jangan jadi tamak!!
Tamak itu lebih ganas dari iri hati
Iri hati saja sudah sangat merusak
Aduh… apalagi tamak!
Tamak adalah terus2an pengen punya harta melebihi orang lain, bagaimanapun caranya!
Rakus kemaruk.
Di ketamakan, proses ngga penting, cara negatif jahatpun dilakukan.
Akibatnya selain melukai orang lain, juga menghancurkan diri sendiri dan kita bisa2 kehilangan Harta Kekayaan Sejati yaitu: Keselamatan dai Tuhan.
Kehilangan damai dan sejahtera sorgawi
Bahkan sudah kehilangan itu saat masih hidup di dunia
Berbahaya!
Berjaga-jaga, waspadalah!
Tuhan Yesus persis mengingatkan,”Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Dan Ketiga, salurkan berkat anugerah yg dari Tuhan ke sesama
Ke orang-orang yg membutuhkan kasih dan cinta
Mari menghadirkan Tuhan yg Kaya lewat kebaikan hati teman2..
Mari memberi
Pintarlah, pandailah gunakan kekayaan yg dari Tuhan melalui kita
Berbagilah
Khususnya untuk orang2 miskin, menangis dan menderita..
Bantu lebih banyak orang
Dengan kekayaan uang, harta juga pengalaman, keuasaan, kekuatan dan segala talenta keahlian..
Tolonglah sesama lebih sering..

Dalam kekayaan Kasih
Di segala kekayaanmu

Jadilah kaya bangett!
Kaya yg sesungguhnya
Kaya yg sejati abadi…

Kaya di hadapan Allah :)



tulisan & foto: lusindo tobing

29 Juli 2010

refleksi minggu keempat Juli 2010


DO……A!

Lukas 11: 1-13


Tentu betul sekali jika doa itu ad nafas hidup orang beriman

Namun sesungguhnya
Doa adalah upaya dan proses bagaimana kita menyapa..
Menyapa Tuhan.

Menyapa sembah rindu ngobrol dengan Dia
Walau kerinduan tsb Tuhan jugalah yg taruh sebelumnya di hati kita

Menyapa tulus untuk masuk ke dalam kemesraan hubungan Kasih
Berkomunikasi akrab dengan Sang Bapa
Dan Bapa sayang kepada anak2Nya..
Ada curhat
Bisa utk mengungkapkan syukur
Dipersilakan juga berkeluh bahkan menangis
Dan tentu juga boleh memohon,
“Berikanlah kami setiap hari makanan kami yg secukupnya..”
Dari kebutuhan yg paaaling mendasar, minta sama Tuhan.

Hanya mungkin formatnya refleksinya seharusnya spt “main2an kata juga huruf”:
DO………A
D.O…..ke A!
Dari Drop Out……. utk akhirannya menuju ke dan dpt nilai A

Harus hancur dulu baru bisa dilayakkan Tuhan

Yg dibutuhkan pertama penurunan, hati yg mau merendah
“Bapa, dikuduskanlah namaMu, datanglah KerajaanMu..”
Ada penyembahan..

Disertai dengan kerinduan sujud mengagungkan Tuhan
Disertai malu serta sadar kita ini keciilll… sekali..!
Bukan sekadar kita ini ciptaanNya
Tetapi karena kasih Tuhan yg begitu besar, hebat ngga pernah ada habisnya..
Berkat Allah ngga pernah drop
Ngga ada matinya!

Nah dari drop seperti itulah kita berproses dipanggil
Dipanggil oleh Roh dgn lembut..
Hingga mau datang
Berserah menghadap kemuliaanNya
Dan berjanji utk melakukan doa di keseharian

Kemudian di waktu berikutnya
Lebih lagi mau merendahkan hati, menyembah lebih lagi..
Mau buka hati pikiran juga hidup diri
Mengakui kebesaran kasih dan kuasaNya
Selalu mengakuiNya di hati pikiran kita
Terusss…. sampai ke A

Benar2 mempersilakan A bertahta, Allah berkuasa!
Untuk memulihkan..
Menyembuhkan..
Menghibur..
Menguatkan..
Menolong..
bahkan
Menyelamatkan..!

Karenanya jangan berdoa melulu utk ego
Doa hanya utk diri sendiri doang..
Tapi khususnya dan seharusnya lebih banyaklah berdoa mengenai utk orang lain
Sekaligus bersedia jadi alat damai juga sejahteraNya bagi dunia
Siap sedia menjadi saluran berkat Tuhan utk sesama, melaui doa dan melakukan mewujudakn doa dengan real.

Akhirnya..
DO…..A haruslah berkorelasi dgn perbuatan kita!
Nda sekadar doa di mulut pun hati masing2 juga bersama lainnya..
Tapi DO itu do (-English) artinya: Melakukan!
Melakukan A
Berbuat yg terbagus, terbaik, terindah dan terharum… hmmm..
“Ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yg bersalah kepada kami..”
Saat doa diapliasikan, maka yg bermunculan adalah Kebaikan dan Kebenaran
Melakukan A
Arti akhirnya: Melakukan yg Allah mau!

Jadi doa adalah “prosesi” utk iman juga jasmani, kita siap melakukan kehendakNya
Memberlakukan apa mauNya
Mengasihi sesama
Menyayangi lingkungan
Mulai dari hati
Juga sejak di pikiran
Lalu mengasihi menyayangi orang2 di dekat kita, di manapun berada,
Dengan kondisi situasi bagaimanapun
Lewat ucap kata saya dan anda
Juga semua perbuatan2 kebenaran dan kebaikan

Sehingga doa seperti ini, bisa benar2 jadi alat yg memerdekakan
Membebaskan diri kita sendiri dari kesesakan kebingungan hati jiwa..
Mampu memecahkan penghalang rintangan sendiri!!!

Untuk..
Ngobrol dgnNya, juga..
Melegakan orang lain
Karena dgn kekuatan dari Si Empunya alam raya, kita diberkati menjadi saluran berkat Melalui doa dari hati kemudian ke sikap
Juga benar2 berwujud di tingkah laku cinta kasih sayang kepada sesama

Doakanlah dirimu sendiri, namun lebih banyaklah mendoakan orang-orang lain.

Dan dgn percaya!
“Jangan kehendakku yg jadi, kehendakMu-lah yg jadi”
Ingat itu teman2..
Tuhan pasti dengar doa
Dan..
Tuhan pasti jawab doa
Dgn caraNya,
Saat waktu juga Ia yang tentukan
Dan Tuhan bisa memakai siapapun.

Karenanya..
Tetaplah berdoa!
Berdoa dengan roh kita dlm Roh
Berdoa dengan akal budi kepada Tuhan jua
Berdoa yg dari hati juga pikiran jernih baik..
Berdoa bener2 berujung pada perbuatan Kasih Allah yg setia kita tampakan, nyata!

Ber- Do………A!



tulisan & foto: lusindo tobing

14 Juli 2010

refleksi minggu ketiga Juli 2010


SIBUK SEKALI

Lukas 10: 38-42


“Marta, Marta.. engkau kuatir dan menyusahkan diri dgn banyak perkara..”
Itu kalimat keluhan sekaligus teguran Tuhan Yesus
Kepada Marta
Sesungguhnya juga kepada kita teman2...

Kita sudah tahu kurang-lebih kisah Maria dan Marta ini
Namun kita selalu kurang nggak pernah lebih meresapinya dgn dalam

Maknai bahwa diri kitalah si Marta
Dan Tuhan ingin kita jadi si Maria

Maria itu duduk dekat kaki Tuhan
Dan terus mendengar perkataanNya
Rindu mendengar firmanNya
Setia mendengar ajaranNya

Dan rupanya..
Mendengar itu itu juga melakukan
Bahkan refleksi dari kisah peristiwa ini bahwa,
MendengarNya itu melebihi dari apa yg tampaknya sibuk sekali
Sibuk sekali dlm melakukan pelayanan!!!

Sekarang juga mari jadi bijaksana teman2..
Bijaksana dalam Tuhan tentu.
Baik kita sebagai umat jemaat Tuhan
Apalagi sebagai pelayan dan aktifis gereja

Perlu sadar dan mengaku, bahwa kita seringkali hanya menyibukkan diri
Sebatas di standart sibuk! Bahkan sibuk sekali, kelihatannya…!
Tapi..??
Tapi sebenarnya kita tidak melakukan
Tidak melakukan perbuatan
Kita tidak berbuat.

Karena apa?
Karena kita melakuan segala sesuatu yg katanya baik atau pelayanan
Hanya berdasarkan kemauan dan daya piker otak kita saja
Kemampuan rasional kita tidak dibarengi dgn hikmat dan bijaksana
Kerinduan untuk dengar dulu, apa maunya Tuhan
Ketaatan saat anda dan saya mulai melakukan satu atau banyak hal
Adalah dimotivasi oleh ucapsyukur atas banyak sekali berkat anugerah Tuhan
Kemudian sadar bahwa Tuhan selalu ada di dekat kita bahkan harus ada di dalam setiap yg kita lakukan
Tuhan ada dalam segala aktivitas rumah tangga juga keluarga kita
Dia Tamu Yg Tetap dalam rumah kita
Allah selalu kita persilakan memimpin sekaligus membimbing dan menjagai semua pekerjaan yg kita lakukan juga di semua usaha dagang bisnis apapun yg kita lakukan
Sehingga kesetiaan pelayanan kepada Tuhan itulah yg menjadi warna keinginan,
pemikiran otak anda dan saya.
Segala gerak-gerik tugas pekerjaan usaha dan pelayanan kita diurapi Roh
Dan akhirnya segala hasil yg didapat, bisa benar2 dinikmati karena dikembalikan
Untuk mensyukuri memuliakan keluhuran nama Allah saja.

Tidak hanya mengungkapkan di perkatakaan tok
Namun sebaliknya, juga tidak cuma kelihatannya sibuk sekali..

Ayo melakukan perbuatan

Bukan hanya puas sebatas seperti Marta
Tapi mari bertumbuh dalam iman juga perbuatan
Seperti saudara dari Marta, yakni Maria tadi

Melakukan apa yg perlu
Melakukan yg terbaik
Melakuan apa yg Tuhan inginkan
Melakukan karena dan hanya untuk kasih dan kemuliaan Tuhan
Karena kasih
Untuk kemuliaanNya
Tidak dan bukan untuk diri sendiri atau yg lain!

Sehingga apapun gerak tindakan pelayanan kita

Bukan untuk kesombongan

Bukan untuk cari2 keuntungan

Apalagi bukan untuk menghantam atau minimal menghakimi orang atau pelayan yg lain!
Ingat Marta tergoda juga terjebak di titik tersebut
Sampai2 Marta mendekati Yesus dan berkata,
“Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Jangan memerintah Tuhan!
Apapun alasannya
Apalagi karena merasa sudah sibuk sekali melayaniNya.
Jangan kita jadi seperti itu teman2..

Buang kekuatiran sekarang
Tuhan sudah dan akan selalu menyediakan
Bahkan sejak dunia dan alam raya diciptakan
Tuhan menyiapkan menyediakan semuanya yg terbaik untuk kita

Usir kebiasaan menyusahkan diri
Allah kita jauh lebih besar berkuasa dari appaun juga.

Dan..
Jangan merasa diri sendiri yg paling sibuk, paling capek..!
Di waktu dan titik yg sama Tuhan menggerakkan semua orang dgn porsi masing2

Jangan menghakimi
Nanti kita dihakimi.

Buang kesombongan kita
Allah membenci kesombongan, dalam Tuhan yg ada adalah kerendahan hati..

Dan benar2lah tulus saat melayani
Jangan cari keuntungan namun sadar kita jauh sudah beruntung
Dengan segala berkat kasih Tuhan

Lebih sering dan biasakanlah melakukan kegiatan dgn diri kita sepenuhnya
Jangan setengah-setengah.

Melakukan satu dua hal tindakan karena memang untuk tindakan itu harus dilakukan
Bagi sesama yg membutuhkan, tepat guna!

Terlebih-lebih..
UntukNya yg sudah melayani kita lebih dulu
Melayani kita dengan curahan berkat, penyertaan dan keselamatan sejati.
Untuk Tuhan..!

Mari teman2..
Di dunia yg kian riuh ini..

Mari jadi seperti Maria di kisah ini

Mari melakukan perbuatan, tindakan dan pelayanan
Perbuatan tindakan pelayanan illahi

Dan bukan cuma..
Kedagingan manusia & duniawi

Sibuk sekali! :)



tulisan & foto: lusindo tobing

09 Juli 2010

refleksi minggu kedua Juli 2010


JANGAN MELEWATI

Lukas 10: 25-37


Apa perbedaan antara seorang Lewi kemudian juga imam
Dgn si orang Samaria yg murah hati di perikop kali ini?

Perbedaannya jelas: p e r b u a t a n..!

Ceritanya begini,:)
Pada satu hari, seorang ahli Taurat bertanya kepada Tuhan Yesus,
“Siapakah yg dimaksud dgn “sesama”
Yg harus kita kasihi seperti mengasihi diri sendiri..?!
Yesus menjawab dengan dengan bercerita:
Ada seorang laki-laki yg dipukuli
Dirampok
Dan ditinggalkan sekarat di tepi jalan.

Orang yang menolong si korban ini bukanlah imam
Juga buka orang Lewi
Melainkan seorang Samaria
Seorang dari bangsa yang tidak disukai orang Yahudi saat itu

Si imam ketika melihat, dari seberang jalan..
ia melewatinya
Demikian juga ketika seorang Lewi melihatnya,
melewati juga.

Mungkin mereka takut najis
Karena itulah menurut Hukum Taurat
Jika menyentuh jenazah atau darah orang yg terluka

Tapi berbeda dengan si orang Samaria
Langsung tergeraklah hatinya
Melihat si korban pengeroyokan perampokan tadi
Membalut luka2nya setelah sebelumnya menyirami dgn minyak dan anggur
Kemudian menaikkannya ke atas keledai tunggangannya sendiri
Membawanya ke penginapan dan merawat luka2nya
Dan keesokan harinya kepada pemilik penginapan, ia memberi dua dinar
Katanya, “Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini,
Aku akan menggantinya. Saat aku kembali..”

Sekali lagi, inti perikop kita adalah..
Perbuatan!

Dari ketiga orang tadi
Siapakah sesama kita?!?
Jawabannya adalah orang yang telah
Menunjukkan kasih

Ini “cambuk” koreksi buat saya
Tapi juga intropeksi diri kepada teman2
Dan semua kita untuk.. Jangan melewati saja
Melewati apa?
Melewati kesempatan pelayanan dan melayani
Yg tiap saat Tuhan beri kesempatan itu pada kita

Sekali lagi jangan melewati
Modal dan syaratnya apa ya???
Miliki hati yg mudah tergerak oleh belas kasihan.
Untuk langsung melakukan solusi tertentu
Bahkan cara dan jalan ke luar untuk menolong membantu

Jadi sesungguhnya
Siapa yg tdk mengasihi, dia bukan sesama
Dan
Siapa yang tidak tergerak hatinya, dia pun bukan sesama

Dan berbuatlah sesuatu!

Si orang Samaria tadi tidak hanya melewati belaka
Tepat dgn ungkapan untuknya
“Si Samaria yg baik hati, yang murah hati”
Hatin yg tergerak belas kasihan
Dan ia mengasihi korban para penyamun
Tidak melewati saja
Tetapi berbuat.

Tanpa memandang status apapun
Juga jangan dibatas-batasi
Dari hati tulus terbuka
Mampirlah ke hati yg kering kehausan
Juga kehidupan sesama yg bergumul
Hampiri mereka-mereka yg menjadi korban
Bantu mereka
Balut lukanya
Hibur hati mereka juga
Angkat dari keterpurukan
Beri semangat
Bangun harapan
Rawat orang lain hingga menemukan dirinya pulih
Pastikan diri kita dipakai Tuhan terpakai
Jadi alatNya yg menghampiri, menolong, membasuh,
menyembuhkan dan menyelamatkan sesama yg lain
Sehingga sesama yg ditolong kita
Satu waktu pasti juga siap menolong
Sesama yg lainnya lagi..
Sesama untuk sesama

Tergeraklah
Lakukanlah
Berbuatlah!

Jangan cuma lewat doang..

Jangan melewati :)



tulisan & foto: lusindo tobing

05 Juli 2010

refkesi minggu pertama Juli 2010


TERDAFTAR DI SORGA

Lukas 10: 16-20


Masih berkutat dgn pertanyaan, “Apakah ada kehidupan sesudah kematian?”
Akh.. cukup menyedihkan jika masih.

“Apakah sorga itu ada?”
Jawabnya pasti: ADA.
Sorga itu ada.

Di perikop ini salah satunya
Kita dapat kepastian tersebut
Tuhan Yesus sendiri mengatakan menyatakannya,
“…bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Kepada 70 puluh murid2 utusanNya
Juga kini
Kepada anda dan saya.. kepada kita semua

Kepastian
Untuk menuju sorga
Untuk terdaftar di sorga!

Masih di dunia tetapi telah terdaftar di sorga

Selain berfleksi diawali mikirin atau bayangin sorga nanti
Tuhan Yesus sesungguhnya menegaskan soal itu saat ini
Sekarang

Sekarang pun ada sorga
Ya, kini di sini
Di dunia pun ada sorga
Mengkondisikan sorga
Tepatnya mengecap kasih sorga sejak berjalan hidup di dunia

Karena tampaknya semakin banyak orang kini
Yang hidup tidak lagi mencintai dicintai

Mari jangan mau jadi buta bahkan tuli akan Kasih
Tidak tergerak dan enggan bergerak mengasihi
Apalagi gagap saat dicintai sehingga yg muncul adalah penolakan
Menolak sorga
Mari kini kita perbaiki “kendaraan” hati kita
Diperbaiki dalam sayangNya, pengorbanan cinta Sang Mesias

Tuhan selalu ada di dalam perjalanan kita
Di mana ada Kasih Tuhan, di situ ada sorga
Di hati kita
Di manapun, kapanpun bersama Kuasa Allah

Sadari
Percayai
Persilakan kekuatan Illahi sorgawiNya melingkupi

Ini khan berarti
Kehidupan setelah kematian itu ada, jika..
Ada kehidupan sebelum kematian

Kita harus bersedia dipulihkan
Diperbaiki
Dilengkapi dan
Terus.. disempurnakan kuasa sorgawi
Sejak sekarang untuk meneruskan perjalanan hidup kehidupan

Sorga itu ada jika ada Kasih
Sebelum juga setelah kematian

Jadi sekali lagi cukup menyedihkan
Jika kita harus mati tanpa pernah lagi bergerak, mendengar, melihat dan mengasihi..
Karena kita tidak percaya sorga

Akibatnya di perjalanan hidup sekarang, kita ngga hidup.
Saat kini belum mati. Kita pun sudah mati!
Tidak bergerak, mendengar, melihat dan mengasihi orang lain, khususnya sesama yg menderita..
Kita tidak terbiasa untuk itu
Tidak hidup karena dan untuk keagungan sorga Allah
Tidak bersedia dibentuk apalagi diutus Tuhan untuk memberitakannya
Akhirannya tidak siap bahkan ndak layak.

Mari mau dan siap diutus Tuhan
Memberitakan Kerajaan Allah bagi dunia
Bukan untuk memunculkan ketakutan dan kengerian bagi sekitarmu
Tetapi justru sebaliknya

Dari Dia-lah kita dapat kepastian
Kepastian soal sorga
Soal kita terdaftar di sorga jika kita mau diutus

Bersukacitalah..!
Karena kita tahu dan yakin pasti ada hidup
Ada kehidupan kekal esok hari
Maka.. sekarang makanlah selain makanan jasmani khususnya
Makanan rohani
Beritakanlah sorga bagi sebanyak2nya orang
Mewartakan kehidupan bagi lebih banyak insan
Karena besok ada kehidupan, pasti!

Bersukacitalah..!
Tuhan akan memberikan kuasa agar kita..
Menghidupkan kehidupan di sekeliling kita
Menghibur yg berduka
Bersedia mendengar dengan telinga hati
Memberi semangat bagi mereka-mereka yang letih lesu
Mendamaikan juga semarak
Beria-ria sekaligus meneduhkan
Membuat kehidupan lebih layak dijalani bersama
Lebih mengkondisikan sorga jadi bagian kita
Sebelum bahkan setelah kita mati, meninggalkan dunia
Bersedialah diutus Tuhan
Dilayakkan Tuhan menjadi utusan2 sorgawi
Dengan benar2 melakukan Firman dan mewujudkan Kasih
Layak masuk ke dalam kehidupan sorga abadi
Bersama Tuhan.. selamanya.

Bersukacitalah..!
Karena anda dan saya.. terdaftar di sorga :)



Tulisan & foto: lusindo tobing