Refleksi Minggu Keempat Juli 2015.
Yohanes 6: 1-21
TIDAK TAKUT
Melihat
gambar atau video pembakaran mesjid di Tolikara, Papua beberapa saat
lalu, janganlah membuat “panas” hubungan sosial
masyarakat dan antar umat beragama di Indonesia. Apalagi dilanjutkan dengan
berita pembakaran pintu salah satu gereja di Purworejo, tidaklah untuk menuju
perseteruan apalagi saling membenci
dan menyakiti. Tetapi hal-hal seperti itu, jika
berani kita gunakan sebagai refleksi
kuat untuk intropeksi Gereja, para pelayan
misi-Nya, juga seluruh jemaat
untuk lebih berani dan rendah hati mewartakan syalom.
Takut? Jangan takut. Jangan
pernah takut untuk mewartakan kabar baik dan kabar keselamatan (syalom). Kepada
siapapun, di manapun dan bahkan dalam kondisi situasi bagaimanapun. Bahkan di
saat paling genting dan rawan sekalipun. Peristiwa TuhanYesus memberi makan lima ribu orang dan Dia berjalan di atas air menghampiri para murid yang sedang ada di atas perahu
membuktikan. Bahwa bersama Tuhan Yesus Kristus, kita tidak takut untuk menghadapi
tantangan hidup. Dengar lagi, baca nikmati dan ingat kembali
kata-kata Tuhan dan Juruselamat kita ini, "Aku ini, jangan takut!" (ayat 20).
Tuhan telah dan
akan selalu mengambil langkah bijaksana. Ia terus menuntun para murid (begitu pula dengan kita) untuk mengenal-Nya lebih baik, hari demi hari. Mari luruskan motivasi dan sikap hati. Juga
ucap dan tingkah laku kita untuk benar-benar percaya. Percaya penuh tiap hari
dan tiap waktu hanya kepadaNya. Tuhan pasti memberi “jalan keluar” (baca-maknai
lagi ayat 13 & 21) dan akan terus peduli dan memberkati semua kita yang mau
berani. Berani menyembahNya dengan kasih dan berani mengasihi sesama manusia
serta segenap ciptaan. Amin.
Tulisan & Foto: Lusindo Tobing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar