04 Desember 2013

refleksi minggu kedua Desember 2013




Yesaya 11: 1-10




KEADILAN DAN KEDAMAIAN







Mari kita memasuki Minggu Advent 2 (kedua) dengan Firman berbentuk sajak.  Ya, sajak tentang Mesias. Mulai ayat pertama langsung  disebutkan beberapa ciri pokok Mesias:  Ia adalah keturunan Daud  (ayat 1); Sepenuhnya memiliki kurnia (roh) kenabian (ayat 2); Ia menegakkan keadilan dalam masyarakat dan keadilan sebagai pantulan kekudusan Allah (ayat 3); Juga akan memulihkan keadaan aman sentosa seperti firdaus dahulu (ayat 6-9); 

 Mesias akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran;  akan menghajar bumi dengan perkataan seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutn akan membunuh orang fasik (pantulan ayat 4).

Selain konteks Yesaya ini, Tuhan Yesus Kristus sendiri berkata mengenai kehadiran-Nya sebagai kegenapan waktu, bagi berdirinya Kerajaan Allah (Markus 1:15). Yesus –Sang Mesias- mengalahkan kuasa kejahatan dunia dan menegakkan keadilan dan kebenaran Allah. Melalui karya kayu salib dan kebangkitan. Kemudian memulai masa damai sejahteraNya hadir di tengah umat-Nya. Yang bukan lagi sebatas suku-suku Israel, tetapi meluas ke segenap suku, bangsa, dan bahasa dunia.

Sehingga, sebagai anak-anak Allah yang menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali, kita memiliki tugas sangat penting. Yakni mewujudkan Kerajaan Allah dengan mengabarkan Injil. Berjuang menyuarakan dan menegakkan keadilan. Bahkan setia mewujudkan nyata kedamaian. Dengan kekuatan Kasih Bapa. Seperti ayat 6 menggambarkan sangat indah: “Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.” Amin.



Tulisan & Foto: Lusindo Tobing.