28 September 2019

Renungan: Jadilah Murid Kristus yang Kaya Dalam Kebajikan & Murah Hati

Jadilah Murid KRISTUS Yang Kaya Dalam Kebajikan dan Murah Hati (1 Timotius 6: 6-19)
“Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.” (I Timotius 6: 18)
Rasul Paulus menulis surat kepada Timotius dalam rangka mengingatkan bahwa sumber pengharapan dan penjamin hidup kita bukanlah benda harta, tetapi hanya Allah yang memiliki seluruh alam semesta. Di lain pihak, kekayaan diberikan oleh Tuhan kepada anak-anak-Nya bukan hanya untuk dinikmati, tetapi untuk “berbuat baik dan kaya dalam kebajikan,” serta “suka memberi dan membagi” (baca dan renungkan kembali ayat 18). Timotius diharapkan menjauhi semua hal yang tidak baik, dan sungguh-sungguh berusaha mengejar “keadilan, ibadah, kasih, kesabaran, dan kelembutan.” Sifat-sifat ini harus menjadi bagian dari hidupnya sebagai seorang murid Kristus sekaligus sebagai “manusia Allah” (ayat 11). Kaya dalam kebajikan dan kemurahan hati.
Agar selanjutnya Timotius bisa menjadi teladan bagi “murid-murid” lainnya, yaitu semua anggota persekutuan orang percaya yang dilayani Timotius. Paulus mengambil gambaran dari sebuah pertandingan. Ia harus bertanding karena kondisi yang dihadapinya berat. Ia juga harus “merebut hidup yang kekal” (ayat 12), bukan dalam arti mencapai keselamatan hidup kekal dengan usahanya sendiri, tetapi dalam arti menunjukkan bahwa dirinya sungguh -sungguh pemenang dalam pertandingan ini: Kaya akan kebajikan dan kemurahan hati. 
Berjuang tiap hari, melakukan perintah Tuhan dengan tidak bercacat dan tidak bercela” (ayat 14), dan terus memelihara apa yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya, baik pelayanannya maupun orang-orang yang dilayaninya (ayat 20).
Mari kita mengakhiri Bulan September ini dengan semakin yakin bahwa Allah dalam Tuhan Yesus Kristus yang menjadi saksi bagi Timotius bersama umat yang dilayaninya, Dia juga yang menjadi saksi bagi kita kini (refleksikan ayat 13). 
Mari meneruskan semangat menjadi manusia Allah sekaligus setia menjadi murid Kristus. Tidak mudah tergoda, sulit tertipu daya, dan tidak gampang “patah” dalam semangat  melayani sesama jemaat gereja dan berbuat baik keluar gereja, kepada suku bangsa apapun dan bahkan agama apapun, sehingga akhirnya nama Yesus -Guru dan Tuhan kita- akan dimuliakan. 
Selamat menjelang triwulan terakhir di durasi Tahun 2019 (Oktober-November-Desember!), selamat terus menjadi murid-murid yang kaya dalam kebajikan dan kemurahan hati, menjadikan Tuhan Yesus Kristus adalah “Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan” (ayat 15) dalam setiap pergumulan, tantangan, namun juga segala kelancaran dan sukacita kebahagiaan. Amin.
Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing

27 September 2019

Setelah menyajikan khotbah di Ibadah Persekutuan Kristen PLN Enjiniring.

Setelah menyajikan khotbah di Ibadah Persekutuan Kristen PLN Enjiniring. “Tuhan, ini aku.” 🤗🕯


25 September 2019

Renungan: Jadilah Murid KRISTUS yang Berlaku Jujur

Jadilah Murid KRISTUS yang Berlaku Jujur (Amos 8: 4-8)
Jadilah Murid KRISTUS yang Berlaku Jujur (Amos 8: 4-8)
“TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!” (Amos 8: 7)
Allah menegur ketidakjujuran dan ketidaktulusan ibadah serta hidup bangsa Israel, keseharian umat-Nya dan masyarakat di konteks Nabi Amos. Nabi pertama dalam Alkitab yang pesannya dicatat secara terperinci. Misalnya dengan kalimat, “Mengecilkan efa, membesarkan syikal,” jelas menunjuk dan atau menggambarkan pedagang sengaja memakai ukuran-ukuran kecil untuk memberikan kurang dari yang sebenarnya dan dengan memakai timbangan uang yang lebih berat, mereka terbiasa menipu. Nabi Amos melihat bahwa begitu banyak orang memperkaya diri dengan hasil penindasan, membohongi dan melakukan ketidakadilan terhadap yang kecil. 
Orang menjalankan ibadah dengan hati yang tidak tulus, dan keadaan damai hanya tampak dari luar. Di saat itulah Nabi Amos mengikuti panggilan dan pengutusan Allah, ia pergi ke Betel, tempat tinggal raja Yerobeam II dan pusat agama yang dibanjiri para penyembah. Di sanalah Amos dengan berani memberitakan berita keadilan dan kebenaran.
Kini, mari kita berlaku jujur. Berani “bernubuat”seperti Nabi Amos, dengan tingkah laku mulai dari diri kita sendiri, di dalam keluarga inti dan keluarga besar kita, apalagi di tengah kehidupan bergereja (khususnya kita di GKJ Nehemia), dan lalu meluas untuk lingkup masyarakat kota dan bangsa negara kita. Ya, Indonesia kini semakin membutuhkan kejujuran, memerlukan upaya bersama menegakkan kebenaran dan keadilan. 
Seperti konteks Amos: saat kemunafikan dan penyembahan berhala sudah merata, masyarakat hidup mewah secara berlebihan, kebejatan merajalela, kebohongan serta tipu muslihat merajalela, sistem peradilan rusak dan penindasan orang miskin merupakan kebiasaan umum. Dengan berani dan penuh semangat, Amos menyampaikan pesan bahwa Allah akan menghukum bangsa Israel (baca lagi Nats: Amos 8:7).
Semakin menarik, rupanya ajaran-ajakan berlaku jujur konteks Nabi Amos juga tampak dengan jelas dalam ajaran Tuhan Yesus Kristus dan Kitab Yakobus. Tuhan Yesus dan Yakobus keduanya menerapkan berita Amos bahwa ibadah yang sejati kepada Allah bukanlah pelaksanaan formal dari tatacara agama, tetapi “mendengar” dan “melaksanakan” kehendak Allah, yang ditunjukkan dengan perlakuan yang adil dan benar terhadap sesama manusia (baca dan bandingkan Matius 7:15-27 & Yakobus 2:1-26). Juga, Amos dan Yakobus menekankan prinsip bahwa “agama yang sejati menuntut perilaku yang benar”
Mari melalui tingkah laku kita siarkan “suara kenabian” untuk keadilan dan kebenaran, berdasarkan sifat Allah. Mari tegas menolak kebohongan, dan penuh semangat berlaku jujur. 
Mari dengan kesetiaan yang kuat dan kokoh kepada Allah dan standar-standar kebenaran-Nya, kita menjadi murid Kristus yang jujur, umat Allah yang jujur. Menjadi manusia yang berlaku jujur. Amin. 

Oleh: Pdt. Lusindo YL Tobing, M.Th.

Bersama Majelis GKJ Nehemia Wil. Ciputat, melayankan Percakapan Pastoral Pernikahan Mbak Puji & Mas Johannes.

Bersama Majelis GKJ Nehemia Wil. Ciputat, melayankan Percakapan Pastoral Pernikahan Mbak Puji & Mas Johannes. “Kecekatan & Kesabaran dalam Kasih.” 🤗💒


24 September 2019

Melayankan Ibadah Pemberangkatan dan Pemakaman jenazah Ibu L. Anna Marpaung - GKJ Nehemia Wil. Pondok Indah.

Melayankan Ibadah Pemberangkatan dan Pemakaman jenazah Ibu L. Anna Marpaung - GKJ Nehemia Wil. Pondok Indah. “Hikmat Allah, Hikmat mama.” 🕊💒🕯🙏 

Jelang menyajikan khotbah di Ibadah pagi SMAK 1 Penabur Jakarta.


Jelang menyajikan khotbah di Ibadah pagi SMAK 1 Penabur Jakarta. “Berani Memulai.” 💡🤗

23 September 2019

Saat dan usai menyajikan khotbah di Ibadah Penghiburan Keluarga Bpk. Charles Simanjuntak (GKJ Nehemia Wil. Pondok Indah).




Saat dan usai menyajikan khotbah di Ibadah Penghiburan Keluarga Bpk. Charles Simanjuntak, atas wafatnya Ibu L. Anna br. Marpaung (GKJ Nehemia Wil. Pondok Indah). “Diproses Makin Dekat Tuhan.” 🕊💒🤗🙏

Beberapa materi khotbahku di Ibadah Minggu sore (Ibadah Minggu Nuansa Muda) GPIB Karunia.

Beberapa materi khotbahku di Ibadah Minggu sore (Ibadah Minggu Nuansa Muda) GPIB Karunia. “Disiplin Rohani yang Berdampak Dalam Pelayanan.” 😇🕊🤗


Melayankan Ibadah Penghiburan Keluarga alm. Bpk. Ferry Gustaaf Lopies.


Melayankan Ibadah Penghiburan Keluarga alm. Bpk. Ferry Gustaaf Lopies. “Terima kasih Pak Ferry untuk keindahan teladan pelayananmu pada-Nya & kepada banyakkk orang.” 🕊💪💒🙏 (foto2 oleh: Prosida Rhapsody)

Ketika menyajikan khotbah di Ibadah Minggu Pemuda GKI Cipinang Elok.

Ketika menyajikan khotbah di Ibadah Minggu Pemuda GKI Cipinang Elok. “Ini aku Tuhan, Pakailah Seturut Kehendak-Mu.” 🕊🤗


22 September 2019

Usai dan saat menyajikan khotbah di Ibadah Minggu pagi LP. Cipinang.


Usai dan saat menyajikan khotbah di Ibadah Minggu pagi LP. Cipinang. “Relasi Kuat Menerima-Menyalurkan Berkat.” 🕊💒🤗

Melayankan Sesi-sesi Family Gathering POUK Citra Gran

Saat membawakan sesi-sesi di Family Gathering Gereja POUK Citra Gran. “Keluarga yang Melayani Allah.” 🤗🕊