12 Januari 2017

Refleksi Minggu ketiga Januari 2017


Yohanes 1: 29-42
 
Kami telah Menemukan Mesias
 

Foto oleh: Cahyo Bruri Sasmito.


 
“Selamat Hari Minggu..,” mengucap kalimat singkat seperti itu
tentu jauh lebih baik dan benar ketimbang tidak bersedia melihat
orang-orang kiri-kanan yang hadir di Ibadah Minggu. Atau jauh
lebih baik dan lebih benar, dalam keseharian selanjutnya ketimbang
jari jempol atau telunjuk kita sibuk bernafsu membagikan berita
hoax (berita palsu), lebih baik dan benar melalui tingkah laku serta
perbuatan-perbuatan nyata, kita seperti berkata, “aku telah
menemukan Mesias.” Versi lengkapnya ada di ayat 41, “Andreas
mula-mula <4412> bertemu <2147> dengan Simon <4613>, saudaranya <80>, dan <2532> ia berkata <3004>
kepadanya: ‘Kami telah menemukan <2147> Mesias <3323> (artinya <3177>: Kristus) <5547>’.” [ <3778> <2398> <846> <3739> <1510>]
 
Dalam konsep dan diskusi teologis ungkapan kalimat yang
 
diucapkan Andreas kepada Simon itu bisa panjang-lebar
 
dibicarakan: Baik tentang murid Yohanes Pembaptis dan murid
 
Yesus, atau tentang apakah kita yang menemukan Mesias atau
 
Mesias yang telah menemukan kita? Namun yang jelas, teks dan
 
konteks pembacaan kita saat ini berisi ajakan Andreas kepada
 
saudaranya dengan menceritakan pengalamannya bertemu Kristus
 
(ayat 40-42). Naratif berita sukacita yang segera disiarkan, dan itu
 
menjadi titik balik bagi hidup Simon Petrus, yang di kemudian hari
 
menjadi rasul besar.
 
 
Jika Anda sebagai umat Allah, bersama semua orang percaya di
 
Indonesia dan seluruh dunia, rajin memberitakan “perjumpaan
 
dengan Yesus” dan ajaran Kasih-Nya. Akan makin banyak orang
 
yang enggan datang ke gereja namun tidak akan menolak
 
mendengarkannya (apalagi melihat melalui perbuatan) dari kita di
 
keseharian, sebagai teman atau kerabat mereka. Yohanes Pembaptis
 
saat pertama kali berkata, "Lihatlah Anak domba Allah," tidak ada
 
orang yang merespons (ayat 29). Namun ketika ia mengulang
 
perkataan yang sama di hari berikutnya, ada dua orang mengikut
 
Yesus (ayat 35-36). Mari katakan-beritakan terus, dengan lisan
 
namun khususnya dengan perbuatan mengasihi siapapun bahwa:
 
“Kami telah menemukan Mesias.” Amin.
 

 

Pdt. Lusindo Tobing

08 Januari 2017

Refleksi Minggu kedua Januari 2017


Mazmur 29: 1-11

 
 
Dalam Kekuatan dan Berkat-Nya


Foto dari video oleh: David Senas




Daud memuliakan seraya memastikan ulang kekuatan dan


berkat-berkat dari Allah dalam mazmur kali ini. Kekuatan

Firman dinyatakan lebih eksplisit sebagai "Suara Tuhan".

Suara menggelegar yang mampu membuat unsur-unsur alam
 
yang menakutkan bagi manusia, tunduk.



Seperti unsur air yang oleh orang zaman dulu dianggap
 
sebagai kuasa kekacauan (ayat 3), gunung-gunung yang
 
dipercaya sebagai tempat bersemayam dewa dewi (ayat 6), dan
 
padang gurun yang diyakini sebagai tempat roh-roh jahat
 
(ayat 8), tidak berdaya menghadapi kekuatan-Nya.




Mari tunduk pada kekuatan kasih dan hidup dalam berkat


-Nya! Ketundukan kita terwujud pada ketaatan di berbagai


aspek menapaki Tahun Baru 2017. Mari lebih aktif (proaktif)


mendoakan perdamaian dunia, memperlakukan semua unsur


bangsa Indonesia dengan kasih dan keadilan, bahkan lebih


berani menjadi saluran berkat di tengah berbagai perbedaan


dalam keluarga, gereja dan lingkungan tetangga. Tiap hari,


mari jadi duta kekuatan kasih dan berkat Allah. Amin.





Pdt. Lusindo Tobing

Refleksi Minggu pertama Januari 2017



1 Petrus 1: 13-16

GKJ Nehemia Mewujudkan Gereja yang Proaktif bagi Kehidupan
 
foto oleh: Cahyo Bruri Sasmito.
 

            Kita sangat bersyukur kepada Tuhan Allah, sebagai salah satu gereja-Nya yaitu komunitas orang percaya Gereja Kristen Jawa (GKJ) Nehemia tepat di hari Minggu ini, tanggal 1 Januari 2017 genap berusia 46 tahun. Usia perjalanan yang panjang dari kebersamaan persekutuan umat Allah, serta pertumbuhan iman, pengharapan dan kasih seluruh majelis, komisi, panitia, tim, bebadan dan khususnya seluruh wilayah.

            Rasul Petrus dengan bantuan Silas sebagai juru tulisnya menegaskan, bahwa kita adalah umat tebusan Allah yang dilahirkan kembali karena pengorbanan Kristus, penebusan yang mahal dari bayi Natal - Sang Putra Allah. Merespon pengorban-Nya itu, GKJ Nehemia terpanggil menjadi umat-Nya yang kudus (ayat 16), dan mau berupaya menjadi gereja yang proaktif (lebih aktif) taat memberlakukan firman Allah serta berbagi kasih kepada manusia dan seluruh kehidupan (ayat 14). Sepakat untuk tahun baru 2017 semua anggota jemaat, tamu dan simpatisan GKJ Nehemia menjawab panggilan Allah untuk memanifestasikan komunitas kasih karunia Kristus. Mengalir dalam manifestasi lebih nyata sehari-hari.

            Mari menjadi GKJ Nehemia yang “lebih baru,” GKJ yang hospitable: lebih terbuka dan bersedia bekerjasama dengan sesama gereja-gereja, namun juga dengan Carrefour Lebak Bulus, Pemadam Kebakaran, Point Square, Proyek MRT, dan lain-lain, bahkan lebih indah berkomunikasi dengan pihak berwajib (khususnya kepolisian dan TNI), pelayanan kasih bersama Kelurahan, Kecamatan, Kota dan seterusnya, juga dengan masyarakat dan lembaga masyarakat sekitar dekat lingkungan GKJ Nehemia dan yang jauh sekalipun –di luar Jakarta bahkan di luar negeri-. Lebih rendah hati dan lebih bersyukur atas banyak berkat yang telah dan selalu dikaruniakan Allah, berwujud lebih aktif menjalin kasih persaudaraan dengan berbagai komunitas suku, bangsa, dan bahkan semua agama yang berbeda. GKJ Nehemia proaktif membawa damai-kebahagiaan bagi kehidupan bersama Jakarta, Indonesia dan dunia. “Sugeng Warsa Enggal 2017, Sugeng Ambal Warsa kaping 46 GKJ Nehemia, Gusti mberkahi kita sedaya” (Selamat Tahun Baru 2017, Selamat Ulang Tahun ke-46 GKJ Nehemia, Tuhan memberkati kita semua). Amin.         

Pdt. Lusindo Tobing