27 September 2010

refleksi minggu keempat September 2010


LAZARUS & NEUES

Lukas 16: 19-31


Lazarus tu miskin..
Neues tu kaya

Tapi

Lazarus tu saleh..
Neues tu angkuh

Sehingga

Lazarus tu masuk sorga…….
Neues tu masuk neraka.


Bukan berarti utk masuk sorga ya harus miskin, juga demikian sebaliknya..

Tapi yg dimaksud Tuhan Yesus dengan kisah perumpamaan ini adalah siapapun, sekali lagi siapapun! (kaya/miskin, sehat/kurang sehat, gagah/lemah, laki2/perempuan, tua/muda, dstnya..) yg hidupnya saleh spt yg dilakukan Lazarus semasa ada di dunia fana.. maka:
Sorga kekal adalah tempatnya!

Di perikop kita kali ini bahkan Lazarus digambarkan dipangku atau berada di pangkuan Abraham, bapak bangsa Yahudi dan sahabat Allah.
Seperti arti nama “Lazarus” = “dia yg ditolong oleh Allah”
Mendapatkan tempat terhormat di sorga
Menikmati damai sejahtera yg abadi…

Tapi Neues?? Alam maut jadi bagiannya
Mendapatkan tempat siksaan tiada henti
Menikmati sengsara yg abadi…

Ini bukan sekadar pilihan teman2…
Ini soal keputusan!
Sudah banyak dan sudah sejak lama, bahkan sumber2 Mesir juga Yahudi memberikan kisah2 serupa dgn kisah Lazarus-Neues ini
Dunia sekarang yg kita jalani dgn dunia nanti yg akan kita jalani
Sesungguhnya, ini soal konfirmasi iman kita bahwa:
Keputusan Allah atas manusia tidak dapat diubah, pun dikurang/ditambah!

Yg lebih menarik, di dunia akan datang (akhirat) dalam kisah firman ini, ketiga tokoh tetap bisa berkomunikasi
Tetap ada jalinan
Tetap bisa berhubungan walau hanya dengan lisan bicara
Namun sekali lagi, tetap tidak bisa mengganggu gugat keputusanNya

Di dunia lomba seni, kita mengenal “keputusan juri tdk bisa diganggu gugat”
Mungkin kalikanlah hal ini beribu-ribu kali lipatnya.

Kehidupan adalah harapan
Harapan apa?
Harapan menuju kehidupan berikutnya, tentu keinginan kita ad Sorga.

Namun kehidupan menuju sorga, itu harus dilakukan mulai sekarang
Hari ini, saat ini, putuskanlah untuk kita real menyatakan Kasih tiap waktu
Mengasihi khususnya bagi begitu banyak lazarus-lazarus, orang2 yg sengsara
Menderita..!

Jadilah kaya raya –duniawi, khususnya sorgawi-
Tentu dgn doa dan usaha yg baik juga benar
Diberkati dan sadar semuanya adalah kasih karunia Allah.
Tetapi mari, awali dasari dan gumul perjuangkan dan biarlah kian disempurnakanNya hidup kehidupan kita dengan Kasih. Ya, dengan setia memberi kelegaan, bantuan juga pertolongan kepada yg membutuhkan.

Jangan memutuskan hubunganmu dgn Tuhan
Selama kehidupan
Khususnya selama kita ada hidup didunia, sekarang, tiap hari.
Alami kehadiranNya
Nikmati Kasih dan berkat2Nya
Bagikan.. beri.. share-kan doa, harta, talenta, kekuatan, jabatan, usia, kebaikan, pertolongan dan bantuan kita
Persilakan Allah mengubah hati kita
Sehingga kita mau “nyebrang”
Meninggalkan segala yg ngga baik, ngga benar
Mengubah menjadi baik dan lebiiihhh lagi benar, hati juga pikiran dan seluruh karakter
Menjadi penuh Damai Kasih rindu menjadi garam dan terangNya di dunia
Kepada sesama
Terlebih yg sengsara.
Karena nanti…
Di hidup berikutnya, hidup setelah meninggal dunia kita
Allah tetap mau menjalin hubungan dengan kita
Tetap mau nyambung, tapi… ini terpenting… ngga ada jembatan atau tempat utk kita bisa “nyebrang” dari buruk ke baik.
Allah ngga akan lagi mengubah akan keputusan2Nya ttg Keselamatan Yang Sempurna.

Mau damai bahagia sejati? Bersedialah jadi seperti Lazarus.. :)



tulisan & foto: lusindo tobing

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar