05 Februari 2013

refleksi minggu pertama Februari 203


1 Korintus 13: 1-13
  


BAHASA KASIH TUHAN DAN MANUSIA

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. ( 1 Korintus 13: 13)






 Perikop FirmanNya kali ini ditutup dengan kata pengajaran yang sangat kita kenal, "dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (akhir dari ayat 13).

Namun sesungguhnya, keseluruhan bagian ini menggambarkan kasih sebagai suatu kegiatan dan kelakuan. Kasih itu berbuat. Kasih itu melakukan. Kasih itu melayani dengan nyata. Bukan hanya pengetahuan, perasaan batin atau sekadar motivasi. Segi-segi kasih yang beraneka ragam dalam ayat-ayat ini (khususnya ayat 4-7) menunjukkan sifat asli Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Puas hanya melakukan "kegiatan keagamaan" belum tentu menyenangkan hati Allah. Berkata-kata dengan "bahasa roh", bernubuat, mempunyai pengetahuan tentang iman yang sempurna, namun sangat miskin melakukan kasih Kristus dan kebenaran Allah untuk sesama manusia. Itu "sama sekali tidak berguna" di pemandangan Allah! Kerohanian dan pernyataan iman seperti itu hampa (baca ulang ayat 1-2) dan tidak akan memiliki tempat yang sesungguhnya dalam kerajaan-Nya (bandingkan 1 Kor 6:9-10).

Yang terpenting ialah Kasih Allah diungkapkan melalui berbagai perbuatan kita yang tidak menyakiti orang lain. Bertekun setia mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia. Sehingga pada dasarnya, kita semua, apapun suku, ras, bangsa bahkan agama apapun. Kita hidup menghidupi hanya dalam satu bahasa universal: Bahasa Kasih. Amin.




tulisan & foto: Lusindo Tobing.

1 komentar:

  1. Shalom bapak, ibu dan saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan. Apakah ada diantara bapak, ibu maupun saudara/i yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael dan V'ahavta? Kalimat pernyataan keesaan YHWH ( Adonai/ Hashem ) dan perintah untuk mengasihiNya yang dapat kita temukan dalam Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 6 yang juga pernah dikutip oleh Yeshua/ ישוע/ Yesus di dalam Injil khususnya dalam Markus 12 : 29 - 31, sementara perintah untuk mengasihi sesama manusia dapat kita temukan dalam Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18. Mari kita pelajari cara membacanya satu-persatu seperti yang akan dijabarkan di bawah ini :

    Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 6, " שְׁמַ֖ע יִשְׂרָאֵ֑ל יְהֹוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ יְהֹוָ֥ה ׀ אֶחָֽד׃. וְאָ֣הַבְתָּ֔ אֵ֖ת יְהֹוָ֣ה אֱלֹהֶ֑יךָ בְּכׇל־לְבָבְךָ֥ וּבְכׇל־נַפְשְׁךָ֖ וּבְכׇל־מְאֹדֶֽךָ׃. "

    Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " Shema Yisrael! YHWH [ Adonai ] Eloheinu, YHWH [ Adonai ] ekhad. V'ahavta e YHWH [ Adonai ] Eloheikha bekol levavkha uvkol nafshekha uvkol me'odekha

    Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18, " וְאָֽהַבְתָּ֥ לְרֵעֲךָ֖ כָּמ֑וֹךָ. "

    Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " V'ahavta l'reakha kamokha "

    Untuk artinya dapat dilihat pada Alkitab LAI.

    Terkadang pula ada sisipan kalimat Barukh seperti ini setelah diucapkannya Shema

    " . בָּרוּךְ שֵׁם כְּבוֹד מַלְכוּתוֹ לְעוֹלָם וָעֶד. "
    ( Barukh Shem kevod malkuto, le'olam va'ed, artinya Diberkatilah Nama yang mulia, KerajaanNya untuk selamanya )

    Semoga bermanfaat.
    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜🕯️❤️🤴🏻👑🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🕍✝️🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🦁🦅🐂🐏🐑🐎🦌🐪🕊️🐍₪🇮🇱

    BalasHapus