04 Februari 2015

Refleksi Minggu Kedua Februari 2015




Markus 1: 29-39





MEMBERIKAN PERTOLONGAN







Tuhan Yesus Kristus tidak hanya mengajar banyak orang (ayat 35-39). Tetapi Dia juga menyembuhkan banyak orang, termasuk ibu mertua Simon, yang menderita sakit demam (ayat 30).  

Tidak hanya orang sakit, orang-orang yang kerasukan setan pun dibawa kepada Yesus untuk disembuhkan dan dilepaskan dari cengkeraman setan (ayat 32-34). Menarik untuk dicatat bahwa Yesus tidak memperbolehkan setan-setan berbicara meski mereka mengenal Yesus. 


Ke mana pun, Ia datang untuk berbuat baik. Perhatikanlah betapa sempurna pertolonganNya itu: Tangan yang sama menyembuhkan, juga menguatkan, memampukan sehingga ibu mertua Simon –kini refleksikan juga kita di konteks jaman sekarang ini-  mampu lebih mengasihi, melayani dan memberi pertolongan kepada orang lain.


Mari meneladani kasih Tuhan Yesus Kristus. Dengan kasihNya kita dimampukan mengasihi sesama manusia. Dan tidak perlu mendengar suara godaan setan dan tipu daya iblis, yang selalu coba mempengaruhi kita untuk hidup egois, mementingkan diri sendiri dan akhirnya lambat menolong. 

Mari bersedia segera menolong sesama dan kehidupan. Khususnya memberikan pertolongan nyata kepada yang lemah, terpinggirkan dan sangat membutuhkan bantuan pertolongan. Karena sesungguhnya: Kasih berarti memberikan pertolongan bagi orang lain.  Amin.




Tulisan & Foto: Lusindo Tobing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar