10 Juli 2015

Bahan PA Amsal 21: 20-21.


Amsal 21: 20-21



MENGEJAR KEBENARAN DAN KASIH



Seorang kaya mengajak anaknya yang masih kecil menginap beberapa hari di rumah PakDe di desa. Ketika kembali ke kota, ini ungkapan polos si anak, " Luar biasa ...Ayah aku suka sekali di sana", "Ayah harus repot-repot membangun kolam renang dibelakang rumah kita...sedangkan PakDe kolam renangnya panjaaang sekali seru deh Yah aku main dengan teman-teman disana. Terus disamping rumah PakDe halamannya luas sekali sehingga bisa bermain layangan disana...sedangkan halaman rumah kita sempit dan tidak bisa melihat apa-apa karena terhalang tembok. Kita harus antri dan membayar setiap belanja di supermarket sedangkan mereka tinggal memetik dari kebun mereka dan tidak bayar!" Lalu anaknya melanjutkan dengan mata berbinar " Di halaman mereka di malam hari kita bisa memandang lampu dilangit yang banyak sekali sedangkan kita setiap sore harus menyalakan lampu taman, Ayah harus bekerja keras sampai malam ,sedangkan PakDe hanya sampai sore sudah sampai di rumah dan bisa bermain dengan anak-anaknya. Di sana bisa naik hewan-hewan tanpa harus membayar dan harus pergi ke kebun binatang untuk melihat hewan. Aku disana sudah naik kerbau, sapi bahkan kuda Yah bahkan ada banyak hewan yang lain kutemukan disana yang tidak ada di kota kita! Wah sepertinya kita adalah orang miskin, kita kalah kaya dengan mereka Ayah."

Mari refleksikan cara pandang si anak dengan cara pandang kita. Bahkan mari, memiliki cara pandang seperti si anak tersebut. Kepolosan dan ketulusan hati akan membuat kita bisa lebih bijak memaknai kenyataan hidup. Sehingga kita mampu melihat ada kelebihan pada orang lain, tidak hanya melihat kekurangan mereka saja. Dan sebaliknya ada kekurangan kita, tidak hanya melihat kelebihan kita saja.

Seperti pada bahan bacaan PA kali ini (Amsal 21: 20-21), di berbagai pergumulan serta perjuangan di kehidupan nyata, orang-orang yang bijak akan menambah apa yang mereka miliki dan akan hidup secara berkelimpahan. Hikmat mengajar mereka menyeimbangkan pengeluaran dengan pendapatan mereka.

Maka dari itu, ada harta benda untuk diinginkan, dan sebanyak yang perlu, yaitu persediaan segala benda untuk kemudahan hidup, yang dikumpulkan pada musimnya, dan khususnya minyak, salah satu bahan pokok di tanah Kanaan (baca Ulangan 8:8). Harta ini berada di kediaman, atau di gubuk, dari orang bijak. Karena itu, lebih baik mempunyai rumah model kuno namun lengkap perabotannya, daripada rumah modern yang indah namun tidak diurus dengan baik. Allah memberkati usaha-usaha orang bijak, dan kemudian rumah tangga mereka diperlengkapi.

Orang-orang bebal menghabiskan apa yang mereka miliki untuk memuaskan hawa nafsu mereka, dan dengan demikian menghabiskan seluruh persediaan mereka. Orang-orang yang tidak tahu mengurus harta mereka adalah yang tanpa pikir panjang menghabiskan apa yang mereka punya, dan tidak memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan lebih.

Itu berarti mengejar kebenaran dan kasih, tidak berpuas diri dengan perbuatan-perbuatan yang gampangan, tetapi melaksanakan iman-pengaharapan-kasih kita terus-menerus. Dengan tulus dan benar. Orang-orang Yahudi mengejar kebenaran, namun tidak memperolehnya, karena mereka mencari dengan salah (baca & bandingkan Roma 9:31). 

Tetapi kalau kita mencarinya dengan benar, carilah, maka kamu akan mendapat, dan dengan itu pula kamu akan mendapat baik kehidupan maupun kehormatan, kehidupan dan kehormatan kekal: Mahkota Sorgawi.
Marilah kita mengejar kebenaran dan keselamatan dengan iman. Lalu diwujudnyatakan lewat sikap bijak serta perbuatan-perbuatan benar dan mengasihi. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah  dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6: 33)
Orang berhikmat dan bijaksana akan memperoleh semua kebutuhan hidup, sedangkan orang bebal memboroskan segala milik mereka untuk hal-hal yang mereka tidak perlu hanya demi kesenangan (baca Amsal 21:17). Allah berkenan kepada orang yang dengan bijaksana menerima tingkat kehidupan yang lebih rendah daripada berutang dan hidup melampaui kemampuannya. Orang yang bijak tidak akan menghabiskan hartanya begitu saja (ingat lagi ayat 20).

Berarti mengejar kebenaran dan kasih, tidak berpuas diri dengan perbuatan-perbuatan yang mudah, tetapi melaksanakan kewajiban kita dengan sepenuh hati dan bersusah payah, seperti orang yang terus berusaha maju dan takut jangan sampai tertinggal. Kita harus berlaku benar dan juga setia mengasihi sesama sebagai wujud mengasihi Allah., Dan harus terus melangkah maju serta bertekun di dalamnya. Meskipun kita tidak dapat benar-benar mencapai kesempurnaan, namun akan menjadi penghiburan bagi kita jika kita berusaha mencapainya dan mengejarnya.

Dan jika kita benar-benar mau dan setia menjadi orang-orang yang mengejar kebenaran dan kasih, Allah di dalam tuhan Yesus Kristus dan urapan Roh Kudus-Nya pasti memberikan anugerah untuk kita dimampukanNya berbuat baik. Menikmati kesenangan serta penghiburan dalam melakukannya. Karena orang-orang yang dengan kesadaran hati nurani berlaku benar terhadap orang lain akan mendapatkan kesenangan dan penghiburan dalam memberlakukan.

Orang-orang yang dengan kesadaran tulus hati mengasihi orang lain akan diperlakukan secara baik. Dan kalaupun tidak direspon baik oleh orang lain, kita sudah “menerima upah kita”, diperkenankan oleh Tuhan bahkan sudah menyenangkan HatiNya. Minimal: Kita pasti  menikmati dalam hati ada kebahagiaan yang mengatasi akal pikiran manusia kita, dan yang pasti juga ada kedamaian.. Amin.


Pertanyaan Diskusi & Sharing:
(diawali dengan menikmati cuplikan peran)
1.      Dalam kelompok-kelompok kecil-
Jika Tuhan datang untuk “menjemput” dan kita akan meninggal dunia. Lalu saudara hanya diberi kesempatan menelpon 1 (satu) orang saja dari orang-orang yang saudara kasihi dan mengasihi saudara. Siapakah orang itu? Mohon jelaskan-sharingkan mengapa, apa alasannya dan apa yang akan anda katakan kepada 1 orang tersebut?
  
2.      Dalam Pleno (diselingi Reff NKB 197)-
Lalu perbuatan-perbuatan baik & benar apa yang belum (atau belum lebih lagi) saudara lakukan, yang rindu sekali setelah PA ini akan anda lakukan kepada siapapun. Untuk kemuliaan Tuhan Allah, Sang Kebenaran dan Sumber Kasih itu?


Lagu-lagu yang bisa digunakan:
1.      KJ 332  “Kekuatan Serta Penghiburan”
2.      “S’lidiki aku.. Lihat hatiku...”
3.      NKB 197  “Besarlah Untungku.”


Pdt. Lusindo Tobing


Tidak ada komentar:

Posting Komentar