14 September 2017

Refleksi Minggu ketiga September 2017


Kejadian 50: 15-21


Ibadah yang Mendorong Pengampunan




Dengan penuh belas kasihan Yusuf menegaskan pengampunan dan kasihnya kepada saudara-saudaranya. Lalu menangislah Yusuf, air matanya adalah air mata kepedihan sebab kecurigaan mereka kepadanya, dan juga air mata rasa haru bisa bertemu.

Merespons saudara-saudaranya, Yusuf meminta mereka memandang hanya kepada Allah untuk pertobatan mereka (baca lagi ayat 19): "Aku inikah pengganti Allah?" Dalam kerendahan hatinya yang besar, ia menganggap mereka menunjukkan rasa hormat yang berlebihan, seolah-olah semua kebahagiaan mereka tergantung pada kebaikannya. Jadi ia merasa perlu berkata kepada mereka, seperti Petrus berkata kepada Kornelius, “Bangunlah, aku hanya manusia saja. Damaikan dirimu dengan Allah terlebih dahulu, maka kamu akan melihat betapa mudahnya berdamai dengan diriku.” Dengan pengampunan kehidupan pribadi dipulihkan, bahkan sebuah keluarga, komunitas umat, masyarakat, kota, dan bahkan negara serta dunia benar-benar dipulihkan jika ada saling mengampuni dengan kasih Tuhan.

Ketika kita mengampuni, atau lebih khusus lagi jika sebaliknya: ketika kita memohon pengampunan dari orang-orang yang telah kita sakiti, kita harus berhati-hati supaya tidak menempatkan diri kita atau mereka sebagai allah: “Aku inikah pengganti Allah, yang hanya di dalam tangan-Nya ada hak pembalasan itu? Tidak, aku akan menyerahkan kamu ke dalam belas kasihan-Nya.” Semua ini menjadi pengingatan, jika kita terus memelihara marah, dendam dan atau pembalasan sendiri, sesungguhnya kita telah merampas kedudukan dan hak Allah (maknai Rm. 12:19). Mari teladani Yusuf, dan belajar untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Yusuf mengampuni dan menghibur, menghentikan semua ketakutan saudara-saudaranya, Yusuf menenangkan hati mereka dengan perkataannya. Kepada orang-orang yang kita ampuni, mari bukan hanya kita tenangkan dengan perkataan, tetapi khususnya dengan respons perbuatan-perbuatan baik kita kepada mereka. Amin.


Pdt. Lusindo Tobing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar