10 Mei 2016

Refleksi Minggu Pertama Mei 2016 - Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus


Lukas 24: 44-53 



 Diberkati melalui Kenaikan-Nya ke Sorga





Rupanya, ketika naik terangkat ke sorga, Tuhan Yesus Kristus memberkati. Memberkati murid-murid-Nya. Peristiwa berpisah yang tidak benar-benar berpisah. Karena perpisahan mereka tergantikan dengan penyertaan berkat-Nya. “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.” (ayat 51). Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah benar-benar berpisah dengan mereka yang mengikuti dan percaya kepada-Nya. 

Dia adalah Allah yang tidak terpisahkan. Dalam struktur teologis Trinitas saja. Atau kita kenal dalam perichoresis (hubungan antara Allah Bapa-Anak-Roh Kudus) ada hubungan yang selalu bertaut dan tidak terpisahkan, bahkan saling melengkapi. Dan menyempurnakan. Dan sesungguhnya itulah “percikan” yang murid-murid terima di peristiwa kenaikan-Nya ini. Para murid, dan refleksinya adalah semua “murid-Nya” hingga kini, yakni semua yang mau datang mengikuti-Nya. Percaya kepada Allah dalam Tuhan Yesus Kristus dalam menjalankan hidup kehidupannya. Bahkan mau mengikuti hingga ke luar kota sampai dekat Betania (refleksi untuk ini adalah berserah dan setia iman di manapun ditempatkan Tuhan), dan menjadi saksi Kesucian-Kemenanagan dan Kekuatan-KemuliaanNya. Naik bersama kenaikan-Nya ke Sorga! 

Mari sujud dan bersyukur. “Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.” (ayat 52). Ya, seperti para murid, dan karena kita juga adalah bagian murid-murid Tuhan Yesus. Tetapi juga dengan hati yang benar-benar mengucapkan terima kasih. Benar-benar lebih bersyukur atas penyelamatan Tuhan Yesus Kristus atas semua umat manusia. Termasuk khususnya Anda dan saya serta semua murid, para pengkiut-Nya. Dengan limpah berkat-Nya, Tuhan Yesus Kristus tidak pernah melupakan dan apalagi, Dia tidak pernah meninggalkan kita. 

Mari pulang ke Yerusalem, ke rumah kita masing-masing. Pulang ke kehidupan kita sehari-hari, tetap sebagai murid-Nya pulang, kembali ke keluarga kita, studi dan ujian-ujian yang harus kita pertanggungjawabkan, juga segala tugas pekerjaan di manapun dan dalam jabatan-fungsi apapun kita. Dan mari pulang kembali di mana lingkungan, tetangga, kota dan bangsa serta masyarakat di mana kita ditempatkan Allah di atas muka bumi ini. Dengan... -ini catatan serta refleksi kita terakhir yang sangat kuat- dengan sangat bersukacita! 

Sekali lagi, mengutip plek kata-kata dan kalimat terakhir di ayat 52 tadi, mari tiap kita dan kita bersama pulang kembali ke aslinya kita sebagai anak-anak dan murid-murid Tuhan Yesus Kristus, untuk menjadi “garam dan terang dunia”, kembali pulang ke locus di manapun kita ada dan berada “ditaruh” Tuhan, pulang kembali ke kesederhanaan, pulang kembali jadi dan lebih jujur, pulang kembali ke fitrah kita sebagai manusia serta ciptaan, yang sesungguhnya hanya bisa juga boleh bergantung kepada Allah. Pulang kembali untuk mengasihi yang kecil dan lemah, pulang kembali untuk berbagi, melayani dengan penuh kasih kepada semua orang, khususnya kepada mereka yang sedih dan pedih. 

Pulang dengan.. membawa sukacita bagi semua orang. Tidak hanya sukacita saja, tetapi “dengan sangat bersukacita.” Pulang dengan bersukacita, sangat! 

Selamat Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Amin. 


Tulisan & Foto: Pdt. Lusindo Tobing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar